Lapan: Waspada Siklon Tropis di Pesisir Barat Maluku Utara

Lapan: Waspada Siklon Tropis di Pesisir Barat Maluku Utara

Yudha Maulana - detikInet
Rabu, 14 Apr 2021 16:07 WIB
Salah satu kendala pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 adalah cuaca buruk. Cuaca menjadi tidak menentu karena saat ini telah memasuki musim penghujan.
Ilustrasi cuaca buruk (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Bandung -

Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK) PSTA-LAPAN mengimbau agar warga di pesisir barat Maluku Utara mewaspadai siklon tropis (Tropical Cyclone:TC94W) di Samudera Pasifik utara Papua.

Peneliti dari TREAK PSTA-LAPAN Erma Yulihastin mengatakan, TC94W telah terbentuk sejak dua hari lalu dan kini semakin menguat berdasarkan pemantauan terkini dari Joint Thypoon Warning Center.

Masyarakat di sepanjang pesisir barat Maluku Utara terutama yang berlokasi dekat dengan daerah aliran sungai dan daerah pegunungan perlu mewaspadai dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap peningkatan hujan yang siginifikan persisten selama tanggal 13-15 April 2021.

"Karena dapat berpotensi menimbulkan bencana banjir, banjir bandang dan longsor," kata Erma dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (14/4/2021).

Erma mengatakan, TC94W ini berdampak terhadap pembentukan sistem awan konvektif skala meso yang meluas di wilayah perairan Halmahera.

"TC atau biasa disebut badai dengan skala luas ini dicirikan dengan aktivitas konvektif yang semakin meluas disertai angin kencang dan hujan deras yang terjadi secara persisten di sekitar wilayah badai yaitu di perairan Maluku," katanya.

Selain terjadi di laut, berdasarkan prediksi sistem peringatan dini SADEWA-LAPAN, peningkatan hujan signifikan juga terjadi di atas darat, yaitu di wilayah Maluku bagian utara khususnya di Tolofu dan sekitarnya.

"Peningkatan hujan terprediksi mulai terjadi sejak dini hari pada 13 April dan terus berlangsung secara persisten dengan intensitas hujan cenderung meningkat pada sore-malam hari hingga 15 April 2021," katanya.

Ia menjelaskan, prediksi peningkatan hujan dan durasi hujan yang persisten selama 3 hari berturut-turut tersebut tak hanya dipengaruhi oleh penguatan TW94, melainkan juga didukung oleh suplai kelembapan yang sangat tinggi dari Samudra Pasifik. Saat ini, terkonsentrasi terjadi di bagian barat Pasifik atau perairan timur Indonesia dan memanjang hingga perairan timur Australia.



Simak Video "Penampakan Ombak Besar Hantam Permukiman Nelayan di Buton"
[Gambas:Video 20detik]
(bbn/fay)