Aneka Hujan Ajaib di Planet Lain: Hujan Batu Sampai Berlian

Aneka Hujan Ajaib di Planet Lain: Hujan Batu Sampai Berlian

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 13 Apr 2021 08:19 WIB
Ilustrasi hujan
Planet Selain Bumi yang Punya Hujan, dari Hujan Batu sampai Berlian (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Planet lain juga ternyata punya hujan. Namun karena kondisi cuaca dan atmosfernya yang berbeda, hujan di planet lain tidak berwujud air seperti Bumi. Ada planet yang hujannya batu, asam sulfur, hingga berlian.

Begitu banyak planet di alam semesta ini, namun setidaknya beberapa planet berikut telah diteliti dan terbukti memiliki hujan. Apa saja? Berikut ini beberapa planet selain Bumi yang punya hujan, dikutip dari TreeHugger, Selasa (13/4/2021).

exoplanetexoplanet Foto: TreeHugger

COROT-7b

Tak kalah dengan planet-planet di tata surya, exoplanet pun memiliki hujan, salah satunya COROT-7B. Planet ini adalah planet berbatu seperti Bumi. Namun saking berbatunya, hujan yang turun di planet tersebut pun berupa kerikil-kerikil kecil.

COROT-7b memiliki hujan batu karena atmosfer planetnya terdiri dari bahan-bahan yang sama dengan yang dimiliki oleh batu, di antaranya adalah besi, silikon monoksida natrium, dan kalium.

Temuan Indikasi Kehidupan di Venus, Sebuah Kesalahan Pengukuran?Foto: DW SoftNews

Venus

Venus sering disebut sebagai kembaran Bumi karena ada beberapa kemiripan di antara keduanya. Tapi sebenarnya, cuaca di Venus sangat berbeda dengan di Bumi, termasuk hujannya.

Planet ini merupakan yang terpanas di tata surya. Karena cuacanya tersebut, hujan di Venus tidak berbentuk air bersih, melainkan hujan asam. Ini karena awan planet Venus mengandung banyak asam sulfat.

Lebih mengerikan lagi, suhu di planet Venus rata-rata mencapai 462 derajat Celcius. Dengan suhu setinggi itu, apa pun yang berbentuk cair akan menguap sebelum bisa mencapai permukaan, termasuk hujan asam.

exoplanetFoto: TreeHugger

Titan

Di Titan terdapat gunung berapi. Selain itu, satelit Saturnus ini juga punya hujan dalam bentuk cair. Namun lagi-lagi, hujan yang turun bukanlah air bersih melainkan metana cair.

Hujan ini akan membasahi permukaan Titan dan membentuk danau metana. Namun karena suhunya kelewat dingin yakni minus 179 derajat celcius, danau metana ini akan menguap dalam waktu singkat. Hujan metana di Titan jarang terjadi, melainkan hanya setiap 1.000 tahun sekali.

exoplanetFoto: TreeHugger

HD 189733b

HD 189733b berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini memiliki hujan berupa material kaca yang sangat berbahaya. Selain pecahan kaca yang tajam, kecepatan angin di planet ini juga sangat tinggi. Bisa dibayangkan betapa berbahayanya planet ini bagi manusia saat hujan. Bahkan tanpa hujan kaca pun, planet ini tetap berbahaya.

HD 189733b terletak sangat dekat dengan bintang induknya, alhasil suhu di sana pun sangat panas yakni 900 derajat celcius. Dengan suhu setinggi itu, mustahil manusia bisa hidup di sana.

NeptunusFoto: Tech Times

Neptunus dan Uranus

Mungkinkah ada hujan berlian? Terdengar mustahil tapi ini nyata terjadi di Neptunus dan Uranus. Keduanya adalah 'raksasa es' di Tata Surya. Disebut demikian, karena dua lapisan terluar Neptunus dan Uranus terdiri dari senyawa yang mencakup hidrogen dan helium.

Warna kebiruan kedua planet ini juga disebabkan oleh jejak metana di sekitar atmosfernya, membuktikan bahwa mereka memiliki es dingin di bagian dalamnya. Para ahli percaya bahwa panas dan suhu yang hebat di bawah permukaan es raksasa memecah senyawa hidrokarbon. Dengan cara ini, karbon akan dikompresi menjadi berlian dan akan tenggelam lebih dalam lagi menuju inti planet.



Simak Video "LAPAN Berharap Ambisi Komersialisasi Antariksa Menular ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)