Apakah Mars Adalah Bumi yang Kena Azab?

Balapan ke Mars

Apakah Mars Adalah Bumi yang Kena Azab?

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 20 Mar 2021 07:10 WIB
Planet Merah Tadinya Planet Biru, Apa yang Terjadi Pada Air di Mars?
Apakah Mars Adalah Bumi yang Kena Azab? Foto: ABC Australia
Jakarta -

Jika bukan planet kembar dalam Tata Surya, maka pasti Bumi dan Mars adalah 'adik-kakak'. Namun dalam perkembangannya, keduanya menjadi sama sekali berbeda. Bumi menjadi planet biru yang dapat dihuni, sedangkan Mars menjadi sangat gersang.

Saat ini, Mars yang dijuluki sebagai Planet Merah lebih tampak seperti planet mati. Permukaannya kering dan dingin, jauh di bawah titik beku, tanpa kandungan air.

Padahal sekitar empat miliar tahun silam, Bumi dan Mars terbilang muda dan basah. Bagaimana Mars bisa kehilangan air yang sempat mengalir di bagian permukaannya pada miliaran tahun yang lalu? Mars seperti sebuah planet yang terkena azab, menjadi kering, dingin dan merah.

Sekelompok ilmuwan saat ini mengklaim sudah punya jawabannya: banyak genangan air saat itu terperangkap di bagian kerak permukaan Mars. Air itu ada dalam bentuk mineral yang terkandung di dalam bebatuan planet tersebut. Temuan ini telah didiskusikan dalam Konferensi Sains Bulan dan Planet ke-52 dan telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Science

Penelitian ini menggunakan metode observasi termasuk material yang dikumpulkan dari robot penjelajah, pesawat antariksa yang mengorbit di Mars, dan meteorit. Para peneliti kemudian mengembangkan simulasi komputer untuk mengetahui bagaimana air dari permukaan Mars ini menghilang seiring waktu.

Mars saat empat miliar tahun lalu, merupakan planet yang hangat dan basah, yang dimungkinkan karena memiliki atmosfer tebal. Air mengalir melewati sungai-sungai, membelah saluran di bebatuan, dan bermuara pada kawah yang terbentuk karena tumbukan meteorit.

Planet Merah ini juga menampung cukup air untuk menutupi seluruh permukaannya, di dalam lapisan yang berukuran antara 100 meter hingga 1 kilometer. Sekitar satu miliar tahun kemudian, Mars berubah menjadi planet yang lebih dingin dan sunyi seperti yang kita ketahui hari ini.

"Kita sudah tahu sejak lama, bahwa Mars itu lebih basah dalam sejarah awalnya. Tapi, nasib buruk air yang menyelimutinya menjadi masalah yang terus berlanjut," kata ahli planet dan ilmuwan di Natural History Museum di London, Inggris, Dr Peter Grindrod, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (20/3/2021).

"Kita sudah tahu dari sejumlah penelitian atmosfer Mars, bahwa sejumlah air itu terlepas ke angkasa, dan endapan es yang tersisa dan di bawah permukaan menunjukkan pada kita bahwa air juga membeku," tambahnya.

Terlepas ke angkasa

Bumi memiliki sebuah magnet pelindung atau magnetosphere yang membantu mencegah atmosfer dari pelepasan. Sayangnya magnet pelindung Mars lemah, sehingga bisa menyebabkan komponen unsur air bisa menghilang dari planet tersebut.

Hasil dari proses pemodelan komputer menunjukkan antara 30% hingga 99% awal air di Mars, masuk ke dalam mineral dan terkubur pada lapisan kerak planet.

Selanjutnya: Perubahan iklim di Mars...