Penjelasan Mati Suri Menurut Sains

Penjelasan Mati Suri Menurut Sains

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 26 Feb 2021 05:45 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi mati suri. Ini penjelasan mati suri berdasarkan sains. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Semua makhluk yang bernyawa akan merasakan kematian. Meski begitu, tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi begitu hal tersebut datang. Dari segi sains, ilmuwan mencoba mengungkap kemungkinan yang dirasakan orang-orang yang mengalami mati suri.

Selama ratusan tahun, orang-orang dari segala usia di seluruh dunia, telah menceritakan kisah serupa tentang saat-saat kehidupan mereka ketika dihadapkan kematian. Umumnya mereka menyebut bahwa mereka melihat cahaya putih yang menyilaukan, perasaan tenang dan perasaan seolah-olah melayang di atas tubuh mereka.

Bagi ahli saraf pengalaman ini disebut dengan 'near death experience'. Menurut penelitian baru, pengalaman ini mungkin mirip dengan apa yang terjadi di otak selama gangguan tidur tertentu.

"Saya memiliki teori bahwa pengalaman mendekati kematian dapat terjadi ketika otak masih secara fungsional dan struktural utuh," kata Dr Daniel Kondziella, ahli syaraf di University of Kopenhagen.

Kondziella mengatakan bahwa kemungkinan orang yang mati suri akan mengingat apa yang mereka alami terakhir kali sebelum menghembuskan napas terakhir.

Ia pun menjelaskan lebih lanjut mengenai studi yang dilakukannya kepada 1.034 responden secara anonim. Kuesioner dimulai dengan satu pertanyaan: Apakah Anda pernah mengalami pengalaman mendekati kematian?

Dengan tanggapan datang dari individu tanpa nama, mustahil bagi para peneliti untuk mengkonfirmasi tanggapan apa pun. Akan tetapi yang pasti, para peneliti menemukan bahwa 106 orang, atau sekitar 10% dari responden, dianggap benar-benar punya pengalaman mati suri.

Terlebih lagi, partisipan yang melaporkan episode mati suri juga lebih mungkin memiliki riwayat gangguan tidur yang ekstrem yang disebut sebagai gangguan tidur REM. Temuan itu, mendorong teori bahwa pengalaman mati suri memiliki dasar neurologis.

Kevin Nelson, seorang ahli saraf neuromuskuler yang berafiliasi dengan University of Kentucky tidak terlibat dalam penelitian tersebut, tetapi menerbitkan penelitian serupa. Ia turut menyampaikan pendapatnya mengenai fenomena ini sebagaimana melansir NBC News, Jumat (26/2/2021).

Nelson berpendapat mekanisme otak yang bertanggung jawab atas gangguan tidur ini juga memungkinkan orang untuk memvisualisasikan pengalaman ketika hidup mereka benar-benar dalam bahaya. Hipotesis ini didukung oleh temuan penelitian bahwa ada tumpang tindih antara mereka yang melaporkan mengalami kedua fenomena tersebut.

"Orang yang otaknya lebih cenderung mencampurkan REM dan kesadaran saat bangun jauh lebih mungkin memiliki pengalaman mendekati kematian," kata Nelson.

Nelson juga mengatakan bagian otak yang memungkinkan orang untuk menyadari keberadaan mereka secara fisik - berdiri, berbaring, duduk di kursi 'dimatikan' selama tidur REM. Ini mungkin menjelaskan sebagian mengapa beberapa orang mengalami pengalaman keluar tubuh.

Walaupun pengalaman mati suri bisa dijelaskan dengan sains, para ahli sepakat bahwa setiap hal tetap akan ada yang menjadi misteri. Meski tidak ada salahnya mencari tahu misteri tersebut, ada beberapa kepercayaan mengenai mati suri secara religius atau filosofis yang tidak bisa dibantahkan begitu saja.

Apakah kamu pernah mengalami atau mendengar pengalaman mati suri?

Simak juga video 'Sempat Mati Suri, Tari Zapin Api Berhasil Hidup Kembali':

[Gambas:Video 20detik]



(ask/fay)