Tanggapan Pfizer Soal Kematian Puluhan Lansia Usai Divaksin

Tanggapan Pfizer Soal Kematian Puluhan Lansia Usai Divaksin

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 18 Jan 2021 16:53 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu disuntik vaksin Pfizer-BioNTech. Ia dan Menteri Kesehatan Israel diketahu jadi yang pertama disuntik vaksin COVID-19 di negara itu.
Vaksin Pfizer. Foto: AP Photo/AMIR COHEN
Jakarta -

Vaksin Pfizer untuk menangkal virus Corona telah diberikan di berbagai negara, termasuk di Norwegia. Akan tetapi di negara Skandinavia ini, dilaporkan 29 lansia meninggal dunia setelah diberikan vaksin Pfizer. Bagaimana tanggapan Pfizer mengenai peristiwa ini?

Perusahaan asal Amerika Serikat ini, yang bermitra dengan perusahaan Jerman BioNtech dalam pembuatan vaksin Corona, mengaku sudah menerima laporan kematian usai divaksin tersebut dan sedang bekerja sama dengan Norwegian Medicines Agency (NOMA) untuk mengumpulkan informasi yang relevan.

"Otoritas Norwegia memprioritaskan imunisasi warga di panti jompo, kebanyakan sudah sangat tua dengan kondisi medis bawaan dan sebagian sudah berada di tahap akhir penyakitnya," sebut Pfizer yang dikutip detikINET dari ABC, Senin (18/1/2021).

"NOMA memberi konfirmasi bahwa angka insiden sejauh ini tidak mengkhawatirkan dan sesuai dengan ekspektasi. Semua laporan kematian akan dievaluasi secara menyeluruh oleh NOMA untuk menentukan apakah insiden itu berhubungan dengan vaksin," tambah Pfizer.

Sebagian pakar menyebutkan insiden kematian di Norwegia mungkin telah diperkirakan mengingat penerima vaksin Pfizer sudah sangat berumur dan ada yang penyakitnya sudah parah. "Siapapun yang berada di fasilitas perawatan untuk orang tua biasanya sangat rapuh dan juga punya beberapa penyakit," sebut Dr Rob Grenfell, pakar kesehatan di Australia.

Seperti diberitakan, penyebab kematian yang sebenarnya memang belum terungkap dan sedang diinvestigasi secara intensif. Dalam keterangan tertulisnya, NOMA menyebut semua kematian tersebut setelah pemberian vaksin Pfizer.

Namun sejauh ini belum diketahui apakah ini akibat vaksinasi, atau kondisi medis bawaan pasien mengingat mereka yang meninggal kondisinya kurang baik.

"Reaksi umum terhadap vaksin Pfizer termasuk demam dan mual, yang mungkin menyebabkan hasil yang fatal untuk beberapa pasien yang lemah," kata dokter kepala NOMA, Sigurd Hortemo.



Simak Video "Israel Kirim 1 Juta Vaksin Nyaris Kedaluwarsa ke Palestina"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)