Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Taktik Zelensky Barter Penghancur Drone Iran dengan Rudal Mahal

Taktik Zelensky Barter Penghancur Drone Iran dengan Rudal Mahal


Fino Yurio Kristo - detikInet

Bunker drone Iran
Bunker drone Iran. Foto: NY Post
Jakarta -

Ukraina berharap dapat mengubah alat pencegat murah yang dirancang menembak drone Rusia, jadi alat tawar geopolitik. Kini jadi salah satu produsen drone pencegat terkemuka, Ukraina menawarkan keahlian ke Amerika Serikat dan mitranya di Teluk untuk menghadapi perang dengan Iran. Sebagai imbalan, mereka berharap menerima persenjataan canggih.

Drone pencegat adalah UAV berkecepatan tinggi khusus yang dirancang untuk mendeteksi, mengejar, dan menetralisir drone musuh menggunakan benturan kinetik, peledak, atau jaring.

Ketika Rusia melancarkan invasi, industri persenjataan domestik Ukraina sangat minim. Mereka sejak itu membangun sektor pertahanan dan berpusat pada drone murah. Beberapa di antaranya dirancang khusus untuk melawan drone tipe Shahed buatan Iran, yang kini diandalkan Rusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS baru-baru ini meminta dukungan untuk melawan drone Shahed di Timur Tengah. Presiden Volodymyr Zelensky pun memerintahkan pengerahan peralatan dan tenaga ahli Ukraina. Saat perang dimulai tahun 2022, Kyiv melarang ekspor senjata. Namun kini, produsen drone pencegat murah Ukraina mengatakan menerima banyak minat.

Meski negara lain bisa membuat drone pencegat, Ukraina memiliki satu-satunya sistem massal dan teruji. "Ada perbedaan besar antara sistem produksi massal yang terbukti berhasil dalam pertempuran nyata dengan sesuatu yang baru dijanjikan untuk dikembangkan pihak lain," ujar Oleh Katkov, pemimpin redaksi Defense Express

ADVERTISEMENT

Jika kerja sama dengan para mitra ini berhasil, Ukraina bisa muncul sebagai pemain baru dalam peperangan modern. Meski begitu, masih belum jelas apakah industri mereka dapat meningkatkan produksi atau berekspansi ke pasar global tanpa mengorbankan pertahanan sendiri.

Lonjakan minat dari Timur Tengah ini terjadi di saat negara Teluk harus menembak drone Iran yang jauh lebih murah dengan rudal mahal. Sebagai perbandingan, drone Shahed berharga sekitar USD 30.000, sementara satu rudal pencegat Patriot memakan hingga jutaan dolar.

Untuk melawan Shahed, Kyiv mengembangkan drone pencegat murah dengan harga sekitar USD 1.000 hingga 2.000. Namun Ukraina tidak mengembangkan pertahanan terhadap rudal balistik. Itu sebabnya, mengamankan pasokan rudal Patriot tetap menjadi tantangan hidup dan mati.

Zelensky pun menawarkan barter. "Pesan kami sangat sederhana. Kami ingin secara diam-diam menerima rudal Patriot yang saat ini sangat kami butuhkan, dan memberi mereka drone pencegat dalam jumlah yang setara," sebutnya.

Terlepas dari optimisme Zelensky, sejumlah analis memperingatkan memasuki pasar senjata global tak sederhana. "Perdagangan senjata adalah masalah sangat rumit dan sensitif," kata Yevhen Mahda, direktur Institute of World Policy.

AS dan negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar, berulang kali mengajukan permintaan untuk drone pencegat produksi domestik Ukraina. "Kami siap untuk membagikannya dan kami ingin membagikannya," kata Marco Kushnir, juru bicara General Cherry, produsen salah satu drone pencegat Shahed dengan performa terbaik.

Kushnir mengatakan keputusan akhirnya bergantung pada pemerintah dan Zelensky. Namun perusahaannya sangat ingin membantu dan bisa melakukannya dalam hitungan hari. Mereka bisa memproduksi puluhan ribu drone pencegat setiap bulan.

Ukraina saat ini memiliki surplus drone pencegat. Para produsen menyatakan bisa memproduksi puluhan ribu lebih banyak tanpa mengorbankan pertahanan negara. Tantangan terbesarnya justru terletak pada pelatihan kru dan pengintegrasian drone dengan sistem radar.

Beberapa perusahaan Ukraina berhasil mengerahkan sistem efektif. Drone pencegat "Bullet" milik General Cherry diklaim menjatuhkan beberapa ratus drone Shahed. P1-Sun hasil cetak 3D buatan Skyfall, hanya seharga sekitar 1.000 dolar AS dan dapat mencapai kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam. Kapasitas produksinya 50.000 drone per bulan.

Namun menurut Andrii Taganskyi, direktur di Odd Systems yang memasok kamera untuk drone, melatih kru asing sangat penting. Meski beberapa model sudah sebagian otomatis, kru tetap butuh pelatihan. "Ini adalah alat yang membutuhkan pelatihan," kata Oleh Katkov.




(fyk/fay)







Hide Ads