Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Teror Drone Iran Mengganas di Timur Tengah, Ukraina Turun Tangan

Teror Drone Iran Mengganas di Timur Tengah, Ukraina Turun Tangan


Fino Yurio Kristo - detikInet

Bunker drone Iran
Bunker drone Iran. Foto: NY Post
Jakarta -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa negaranya akan mengirimkan sejumlah spesialis militernya ke Timur Tengah untuk membantu menangkal ancaman drone dan rudal Iran.

Dalam unggahan di X, Zelensky mengatakan telah menugaskan menteri luar negeri, menteri pertahanan, badan intelijen, serta sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina untuk menyajikan opsi-opsi guna membantu negara-negara terkait.

"Hanya dalam beberapa hari, Iran telah meluncurkan lebih dari 800 rudal dari berbagai jenis dan lebih dari 1.400 drone serang. Drone dan rudal Iran-lah yang menjadi ancaman utama bagi navigasi bebas, serta mengganggu stabilitas harga minyak, produk minyak bumi, dan gas global," tulisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berkonsultasi dengan para mitra di Eropa dan Amerika Serikat, serta berbicara dengan para pemimpin beberapa negara tetangga Iran, termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, dan Bahrain. Pembicaraan dengan Kuwait dan negara-negara lain di kawasan tersebut juga tengah direncanakan.

"Mereka semua menghadapi tantangan serius dan membicarakannya secara terbuka: drone serang Iran ini adalah 'Shahed' yang sama dengan yang telah menyerang kota-kota, desa-desa, dan infrastruktur Ukraina kita di sepanjang perang ini," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Ancaman drone Shahed

Drone Shahed 136 bersayap delta buatan Iran lama digunakan pasukan Rusia dalam perangnya yang masih berlangsung melawan Ukraina. Senjata yang relatif murah, dengan biaya produksi sekitar USD 50.000, sekarang menjadi masalah serius dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Drone-drone ini menghantam sekutu regional Washington, termasuk UEA, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Yordania. Iran berusaha menimbulkan kerusakan pada negara-negara Teluk yang bersahabat dengan AS atau yang menampung pasukan AS.

Kehadiran drone serang ini merupakan tantangan besar bagi militer AS. Sistem pertahanan udara tidak mampu mendeteksi dan mencegat semuanya karena kemampuan drone ini untuk terbang rendah dan lambat, ungkap para pejabat pemerintahan Trump kepada anggota parlemen dalam pengarahan tertutup di Capitol Hill.

Terlebih, drone ini menyebabkan pasukan Amerika dengan cepat menguras persediaan amunisi yang mahal dan sulit diproduksi. Drone ini mampu menyusup dan merusak pangkalan, pelabuhan, serta infrastruktur penting ketika sistem pertahanan mulai kewalahan. Sebuah serangan drone bahkan menewaskan enam anggota militer AS di Kuwait.

Ukraina sendiri jadi ahli dalam menghadapi ancaman Shahed, mengingat Rusia memakainya untuk menyerang kota, infrastruktur, dan posisi militer mereka sejak 2022. Zelensky menyebut para ahli Ukraina yang dikirim ke Timur Tengah akan beroperasi langsung di lapangan.

"Kami siap membantu melindungi nyawa, membela warga sipil, dan mendukung upaya nyata untuk menstabilkan situasi, dan khususnya, memulihkan navigasi yang aman di kawasan tersebut," sebutnya seperti dikutip detikINET dari The Hill.




(fyk/rns)
TAGS




Hide Ads
LIVE