Pesawat N219 Nurtanio Karya Anak Bangsa Kantongi Sertifikat Laik Udara

Pesawat N219 Nurtanio Karya Anak Bangsa Kantongi Sertifikat Laik Udara

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 28 Des 2020 18:00 WIB
Pesawat N219 karya anak bangsa telah lakukan uji terbang perdana pada 16 Agustus 2017 silam. Pesawat itu saat ini masih jalani serangkaian pengujian sertifikasi
Pesawat N219 Nurtanio Karya Anak Bangsa Kantongi Sertifikat Laik Udara. Foto: Istimewa/ PT Dirgantara Indonesia
Jakarta -

Sukses terbang perdana pada 16 Agustus 2017 lalu, pesawat N219 kini resmi mengantongi sertifikat laik udara. Sertifikasi Tipe/Type Certificate (TC) ini didapat pada Senin 28 Desember 2020 berbarengan dengan perhelatan Aerosummit 2020.

Sertifikasi pesawat yang diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo ini, didapat setelah melakukan serangkaian uji terbang. Proses ini penting untuk menjamin keamanan dan keselamatan karena akan digunakan oleh pengguna dan masyarakat umum.

Kegiatan penyerahan dilaksanakan di lokasi Aula Mataram gedung Kementerian Perhubungan Jakarta dan Auditorium BJ. Habibie, gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta. Acara ini juga disiarkan secara online melalui aplikasi Zoom dan siaran langsung kanal resmi YouTube Kemenristek/BRIN dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Sertifikasi Tipe/Type Certificate (TC) adalah sertifikasi kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat. Sertifikat ini dikeluarkan oleh otoritas kelaikudaraan sipil, dalam hal ini yang berwewenang di wilayah Indonesia adalah Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Penyerahan TC dari DKPPU Kemenhub juga menandakan bahwa pesawat N219 yang dirancang menjangkau daerah dengan kondisi geografis berbukit-bukit dengan landasan pendek masuk kategori layak secara nasional.

Selain itu, TC juga merupakan sebuah syarat bankable sebuah pesawat untuk dapat dikomersialisasikan sebagai pesawat operasional penumpang oleh maskapai penerbangan.

"Upaya kerja keras pemerintah dengan melahirkan produk pesawat buatan Indonesia akan memberikan peluang kepada industri turunannya di dalam negeri, yaitu industri engineering, manufaktur komponen, jasa perawatan, sekolah pilot, sekolah vokasi kedirgantaraan, dan kebandarudaraan. Potensi ekonomi langsung dan tidak langsung akan sangat besar dirasakan nantinya, baik dari sisi ekonomi daerah maupun secara makro," demikian disampaikan LAPAN dalam siaran persnya.

Kegiatan Aerosummit sendiri memiliki misi untuk menyediakan forum tempat para pemangku kepentingan industri dirgantara dapat bertemu, berdiskusi, dan membangun sinergi. Aerosummit 2020 (ke-3) digelar secara terbatas pada Senin 28 Desember 2020 dengan memadukan acara online dan offline mengingat situasi pandemi COVID-19 masih melanda.

Selain penyerahan dan selebrasi pencapaian TC N219, Aerosummit juga mencanangkan program pesawat terbang N219 Amfibi, R80 dan N245, pencanangan konsorsium program Cargo Drone Nasional, dan sosialisasi dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) secara online.

Dalam kegiatan Aerosummit 2020 ini diharapkan terjadi kesepakatan dan deklarasi sebagai berikut:

  • Berkomitmen membangun ekosistem industri dirgantara untuk menegakkan kedaulatan, meningkatkan daya saing dan kemakmuran bangsa
  • Sepakat untuk menyusun dan menuntaskan peta jalan industri dirgantara nasional
  • Mendorong segera terbentuk badan kerja sama lintas Kementerian dan Lembaga untuk menjamin kesinambungan dan sinergi ekosistem industri dirgantara (Komite Kedirgantaraan Indonesia).


Simak Video "Bangganya Jokowi Saat Pamerkan Alat Kesehatan Karya Anak Bangsa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)