Sedih, 31 Spesies Hewan dan Tumbuhan Dinyatakan Punah

Sedih, 31 Spesies Hewan dan Tumbuhan Dinyatakan Punah

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 13 Des 2020 17:41 WIB
31 spesies hewan dinyatakan punah
Sedih, 31 Spesies Hewan dan Tumbuhan Dinyatakan Punah Foto: IUCN
Jakarta -

International Union for Conservation of Nature (IUCN) baru saja memperbarui Red List of Threatened Species atau daftar spesies yang populasinya terancam. Dalam daftar terbarunya, IUCN menyatakan 31 spesies hewan dan tumbuhan masuk dalam kategori punah.

Lebih dari seperempat dari 128.918 spesies hewan, tumbuhan dan jamur yang diteliti IUCN bahkan sudah masuk dalam kategori terancam punah.

"Ini benar-benar menunjukkan bahwa dunia berada di bawah tekanan yang besar," kata Red List Unit Head Craig Hilton-Taylor kepada Reuters, seperti dikutip detikINET, Minggu (13/12/2020).

"Tujuan dari Red List adalah untuk mencoba menarik perhatian kepada spesies dan menghentikan mereka dari kepunahan tapi terkadang prosesnya berjalan terlalu cepat," sambungnya.

Salah satu spesies yang dinyatakan punah adalah 'lost shark' (Carcharhinus obsoletus), spesies hiu langka yang habitatnya berada di Laut China Selatan. Hewan ini baru ditemukan secara resmi tahun lalu berdasarkan spesimen berusia puluhan tahun, tapi sekarang sudah dinyatakan punah.

IUCN mengatakan mereka belum pernah melihat penampakan lost shark belakang ini dan hewan ini juga tidak pernah muncul dalam lima survei yang ditargetkan, sehingga statusnya ditetapkan sebagai kritis atau kemungkinan punah.

31 spesies hewan dinyatakan punahLost shark atau Carcharhinus obsoletus yang dinyatakan punah oleh IUCN Foto: IUCN

Padahal hiu dikenal sebagai spesies yang bisa bertahan hidup di Bumi hingga ratusan juta tahun, bahkan bisa melewati kepunahan massal seperti saat asteroid menghantam populasi dinosaurus.

Ahli perikanan di Australian National Fish Collection Dr. Will White mengatakan ini mungkin pertama kalinya spesies hiu punah di masa kehidupan manusia.

IUCN juga menyatakan spesies lumba-lumba Tucuxi sebagai spesies yang terancam punah. Lumba-lumba air tawar yang hidup di perairan Amazon ini dikenal dengan perutnya yang berwarna merah muda.

Populasi lumba-lumba ini terus terancam akibat pembangunan bendungan di sungai, polusi, dan penggunaan jaring insang yang membuat lumba-lumba ini ikut terbawa jaring nelayan.

Di Amerika Tengah dan Selatan, tiga spesies katak dinyatakan punah dan 22 lainnya dinyatakan kritis atau kemungkinan punah. IUCN mengatakan hal ini disebabkan oleh penyakit yang disebabkan jamur chytrid yang dikaitkan ilmuwan dengan perubahan iklim.

Untungnya, IUCN juga membawa berita terkait beberapa spesies yang populasinya bertambah dengan signifikan. Seperti spesies bison Eropa yang bertambah tiga kali lipat menjadi 6.200 pada tahun 2019 berkat konservasi.

Kategori hewan ini berhasil naik satu tingkat menjadi rentan. Dulunya bison Eropa menghilang dari alam liar karena menjadi mangsa tentara di Perang Dunia I.

Kisah sukses lainnya adalah Barndoor skate, ikan gepeng yang mirip seperti ikan pari. Dulunya masuk dalam kategori genting, ikan ini sekarang dinyatakan sebagai risiko rendah.

"Ada secercah harapan, cerita kecil yang menunjukkan kita apa yang bisa dilakukan. Kita tahu apa yang harus dilakukan, kita tahu spesies apa yang terancam. Ini hanya masalah meningkatkan upaya," kata Hilton-Taylor.



Simak Video "Badak Sumatra di Ambang Kepunahan"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)