Menerka Wujud Alien Versi Sains vs Fiksi - Halaman 2

Menerka Wujud Alien Versi Sains vs Fiksi

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 05 Nov 2020 08:31 WIB
alien
Foto: Istimewa

Disebutkan VanderMeer, dirinya kerap merasa bahwa kita pun sebenarnya adalah alien bagi makhluk lain yang asing bagi kita.

"Kita berada di planet yang tidak sepenuhnya kita pahami dan kita telah menetap dan hidup tanpa sepenuhnya memahami ekosistem di sini," katanya.

Sama seperti VanderMeer, para ilmuwan melihat permulaan kehidupan di Bumi sebagai sebuah misteri besar dan berfokus untuk menemukan apa yang mungkin didorong terbentuk oleh ekosistem di tahun-tahun awal keberadaan makhluk hidup di Bumi.

Laurie Barge, seorang ahli astrobiologi di Jet Propulsion Laboratory NASA di California, AS mengatakan bahwa menemukan kondisi yang membantu menciptakan kehidupan di Bumi dapat membantu memahami bagaimana kehidupan dapat terbentuk di dunia lain.

Penelitian Barge berfokus pada pembuatan kembali ventilasi hidrotermal, sistem yang mirip cerobong asap. Dia mempelajari kelayakhunian atau kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan, sistem ini, dan bagaimana kehidupan muncul dari sana.

"Dengan memahami bagaimana kehidupan saat ini hidup dalam ventilasi hidrotermal dapat memberikan wawasan tentang bagaimana kehidupan hidup di Bumi, dan kemudian jika ventilasi hidrotermal adalah lingkungan primordial untuk kehidupan, maka mungkin itu dapat memberi petunjuk juga tentang bagaimana metabolisme dimulai," ujarnya.

Meskipun tidak mudah untuk memprediksi dengan tepat seperti apa kehidupan awal akan terlihat, Barge mengatakan bahwa itu semua tergantung pada lingkungan yang diputuskan oleh para ilmuwan untuk dijelajahi.

"Jika kami menemukan sesuatu berwujud mikroba, maka mungkin kami bisa melihatnya di bawah mikroskop," katanya.

"Tapi juga, mungkin saja tergantung pada jenis tanda apa yang telah kita lihat tentang kehidupan. Kita mungkin tidak dapat benar-benar melihatnya, dan kita mungkin menemukan tanda kehidupan pada hal-hal seperti mineral, batu, atau bahan kimia," jelasnya.

Para ilmuwan terus bekerja melacak biosignature dan mineral yang mungkin mengindikasikan kelayakhunian di luar angkasa dan potensi kehidupan alien. Sekalipun nantinya penemuan itu tidak tampak seperti Mars yang ramah untuk dihuni, tanda kehidupan sekecil apapun yang ditemukan menunjukkan bukti bahwa kita tidak sendirian di alam semesta ini.

(rns/afr)