Pesawat SpaceX Menuju Bumi Bawa Pulang Astronaut NASA

Pesawat SpaceX Menuju Bumi Bawa Pulang Astronaut NASA

Adi Fida Rahman - detikInet
Minggu, 02 Agu 2020 12:25 WIB
In this Wednesday, May 27, 2020 image from video made available by SpaceX, NASA astronauts Bob Behnken, background left, and Doug Hurley perform communication checks in the Crew Dragon capsule before launch from the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla. (SpaceX via AP)
Dua astronaut NASA sedang dalam perjalanan ke Bumi dari ISS menggunakan pesawat SpaceX. Foto: SpaceX via AP
Jakarta -

Bob Behnken dan Doug Hurley sedang dalam perjalanan pulan ke Bumi.

Kedua astronaut NASA ini berangkat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Sabtu malam menggunakan pesawat rancangan SpaceX, yakni Crew Dragon Endeavour. Perjalanan ke Bumi memakan sehari penuh.

Diperkirakan Crew Dragon akan mendarat di lautan tenang di lepas pantai Florida Panhandle, di Teluk Meksiko. Pendaratan dijadwalkan pukul 14:48 ET (18:40 UTC).

Ini akan menjadi pendaratan air pertama untuk pesawat ruang angkasa AS sejak 1975. Namun Crew Dragon harus menghadapi sejumlah tantangan ketika perjalanan menuju Bumi.

Kecepatan dan suhu ekstrem yang harus ditanggung pesawat merupakan tantangan besar bagi para insinyur dan kembali menjadi bagian yang paling berbahaya dari sebuah misi.

Bahaya dimulai dengan menemukan sudut lintasan yang tepat saat pesawat ruang angkasa memasuki atmosfer atas. Jika terlalu curam, para astronot akan mengalami g-force yang berpotensi fatal, dan gesekan seret udara dapat menyebabkan pesawat ruang angkasa meledak.

Sementara jika terlalu dangkal, kapsul sebagai gantinya akan melompat dari atmosfer dan kembali ke orbit Bumi.

Pesawat ruang angkasa akan memasuki atmosfer atas pada 27.000 km per jam. Yaitu 7,5 km per detik, atau lebih dari 20 kali kecepatan suara.

Pada kecepatan ini, gelombang kejut yang sangat kuat terbentuk di sekitar bagian depan kendaraan, menekan dan memanaskan udara. Mengelola beban termal yang sangat besar adalah tantangan rekayasa ulang yang besar.

Pada tahap paling ekstrim, suhu udara di lapisan kejutan melebihi 7.000 derajat Celcius . Sebagai perbandingan, suhu di permukaan Matahari adalah sekitar 5.500 derajat Celcius.