Masa Suram Elon Musk Sebelum Jadi Manusia Seribu Triliun

Masa Suram Elon Musk Sebelum Jadi Manusia Seribu Triliun

Tim - detikInet
Senin, 27 Jul 2020 06:18 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Elon Musk. Foto: AP
Jakarta -

Elon Musk saat ini bisa dibilang tengah di puncak kejayaan. Kekayaannya melesat sehingga posisinya di daftar orang paling kaya dunia terkerek. Perhitungan terkini Forbes mengestimasi bos Tesla dan SpaceX itu punya harta di kisaran USD 74 miliar atau lebih dari Rp 1.082 triliun. Nah, ada kisah menarik di mana ia sempat berada di titik terendah.

Elon pernah menceritakan bagaimana Tesla dan SpaceX yang dipimpinnya hampir bangkrut dua belas tahun lalu. "2008 merupakan tahun yang benar-benar sulit. Roket Falcon 1 gagal meluncur untuk ketiga kalinya. Tesla pun hampir bangkrut hanya dua hari sebelum Natal," ujarnya.

Pada saat itu, ia mengaku hanya memiliki USD 40 juta. Elon pun mengatakan dirinya dibuat pusing bagaimana uang itu harus digunakan, karena langkah apapun seakan membawanya menuju kehancuran.

"Saya bisa menempatkan semua uang itu ke satu perusahaan dan yang satunya akan mati. Atau, saya bisa membaginya secara rata untuk SpaceX dan Tesla, lalu kemudian keduanya akan benar-benar mati," katanya.

"Pada akhirnya, saya menempatkan uangnya secara merata ke SpaceX dan Tesla, karena membangun sesuatu ibarat memiliki bayi, tidak bisa memilih. Untungnya keduanya bisa melewati masa sulit hingga saat ini," lanjutnya.

Ia menambahkan, SpaceX dan Tesla hidup dengan bermodalkan keuntungan yang sangat tipis, sehingga jika segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana mestinya, keduanya akan mati.

Pada masa sulit tersebut, dirinya pun harus mengepalai bidang teknis untuk Falcon 1 karena ia tidak dapat menarik orang-orang berkompeten yang mau bergabung di perusahaannya. Pria yang kerap dijuluki 'Iron Man' di dunia nyata ini pun tak mau mempertaruhkan perusahaan ke tangan orang yang tidak memenuhi standarnya.

Uniknya, ia masih menghabiskan banyak waktunya bekerja dalam merancang teknis di SpaceX dan Tesla. Padahal, ia bisa mempekerjakan talenta berbakat sebanyak yang ia mau, karena kedua perusahaan tersebut sudah memiliki nama besar.