Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laptop Asus Dijatuhkan, Ditekan & Dibekukan, Masih Tahan?

Laptop Asus Dijatuhkan, Ditekan & Dibekukan, Masih Tahan?


Adi Fida Rahman - detikInet

Laptop Asus Dijatuhkan, Ditekan & Dibekukan, Masih Tahan?
Laptop Asus Dijatuhkan, Ditekan & Dibekukan, Masih Tahan? Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Daftar Isi
Jakarta -

Asus membeberkan rangkaian pengujian ekstrem yang diterapkan pada lini laptop consumer mereka sebelum dipasarkan ke konsumen. Perangkat ini diklaim telah melalui standar US Military Grade (MIL-STD-810H) serta total 26 prosedur uji internal untuk memastikan daya tahan dalam berbagai skenario penggunaan.

Technical PR Asus Indonesia, Adrian Pradipta, menjelaskan bahwa pengujian tersebut dirancang untuk mensimulasikan kondisi nyata, termasuk risiko yang kerap terjadi saat mobilitas tinggi.

"Asus tidak hanya mengandalkan spesifikasi tinggi, tetapi juga memastikan perangkat tahan dalam berbagai skenario penggunaan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dijatuhkan 18 Kali

Adrian mengatakan Asus punya bagian pengujian internal. Setiap produk dilakukan 26 pengetesan untuk melihat daya tahannya. Dalam media gathering yang berlangsung di Jakarta, Rabu (11/2/2026), Asus Indonesia coba membuat miniaturnya.

"Ada 6 pengujian umum yang kami hadirkan. Pengujuan ini paling relevan untuk pengguna sehari-hari," katanya.

Uji Ketahanan Laptop AsusUji Jatuh Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Salah satu pengujian yang paling ekstrem adalah shock test atau uji benturan. Dalam simulasi ini, laptop dijatuhkan sebanyak 18 kali dari ketinggian 80 cm. Asus menyebut pengujian ini menjadi bagian penting untuk memastikan ketahanan struktur bodi dan komponen internal.

"Uji tersebut bertujuan memastikan perangkat tetap berfungsi meski mengalami benturan berulang, seperti terjatuh dari meja kerja atau terguncang saat dibawa berkendara," papar Adrian.

Ditekan Hingga 100 Kg

Selain uji jatuh, ASUS juga melakukan weight pressure test. Laptop diberi tekanan hingga 85 kg-50 kg pada bodi utama dan 35 kg pada layar. Dalam pengujian internal tertentu, tekanan bahkan dapat ditingkatkan hingga 100 kg.

Simulasi ini menggambarkan kondisi saat laptop tertindih beban berat di dalam tas atau rak penyimpanan selama perjalanan.

Uji Ketahanan Laptop AsusUji Ketahanan Laptop Asus Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Dibekukan dan Dipanaskan Ekstrem

Uji suhu juga menjadi bagian krusial. Laptop diuji dalam kondisi panas tinggi untuk mensimulasikan beban kerja berat seperti gaming atau rendering dalam waktu lama. Tujuannya memastikan material tidak mengalami deformasi dan komponen tetap stabil.

Sebaliknya, dalam uji suhu rendah, perangkat ditempatkan pada kondisi ekstrem menggunakan dry ice. ASUS mengklaim sistem dan layar tetap dapat menyala normal meski berada di suhu sangat rendah.

Pada sejumlah model, penggunaan panel OLED disebut memiliki ketahanan lebih baik terhadap perubahan suhu dibanding panel konvensional.

Uji Ketahanan Laptop AsusLaptop Asus dibekukan Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Tahan Tumpahan dan Getaran

Untuk mengantisipasi insiden sehari-hari, keyboard dirancang dengan sistem drainase yang mampu menoleransi hingga 66 cc cairan. Sistem ini membantu mengalirkan cairan agar tidak langsung merusak motherboard.

Sementara itu, vibration test dilakukan untuk memastikan komponen internal tetap stabil saat terkena getaran konstan, seperti ketika digunakan di kendaraan atau dalam perjalanan jarak jauh.

AsusTechnical PR Asus Indonesia, Adrian Pradipta Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Benarkah Tak Bisa Rusak?

Dengan kombinasi pengujian ekstrem dan perlindungan tambahan, Asus menargetkan pengguna dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan perangkat tahan lama.

Meski demikian, pengujian tersebut bukan berarti laptop sepenuhnya kebal dari kerusakan. Standar ini lebih menunjukkan bahwa perangkat telah dirancang untuk bertahan dalam skenario penggunaan yang jauh lebih berat dibanding pemakaian normal sehari-hari.

Bagi pengguna, pengujian ini menjadi gambaran bahwa daya tahan kini menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan laptop modern, bukan sekadar performa dan desain tipis semata.




(afr/afr)





Hide Ads