Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Asus Setop Produksi RTX 5070 Ti Gegara Krisis RAM

Asus Setop Produksi RTX 5070 Ti Gegara Krisis RAM


Anggoro Suryo - detikInet

Nvidia RTX 50 series
Ilustrasi Nvidia RTX 50. Foto: Nvidia
Jakarta -

Asus dilaporkan mulai menghentikan produksi kartu grafis GeForce RTX 5070 Ti. Informasi ini diungkap kanal YouTube Hardware Unboxed, yang menyebut Asus secara langsung mengonfirmasi bahwa model tersebut mengalami kendala pasokan dan kini masuk status end-of-life.

Menurut laporan tersebut, kondisi serupa juga terjadi pada RTX 5060 Ti versi 16GB buatan Asus. Sejumlah peritel di Australia disebut kesulitan mendapatkan stok kedua produk tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi laporan itu, Nvidia menegaskan bahwa produksi chip GPU yang dimaksud masih berjalan. Direktur global public relations GeForce Nvidia, Ben Berraondo, mengatakan permintaan GPU saat ini sangat tinggi, sementara pasokan memori masih terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Permintaan GeForce RTX sangat kuat dan pasokan memori sedang tertekan. Kami tetap mengirim seluruh SKU GeForce dan bekerja sama dengan pemasok untuk memaksimalkan ketersediaan memori," kata Berraondo, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (18/1/2026).

Hardware Unboxed kemudian menegaskan bahwa penghentian produksi ini hanya berlaku untuk Asus, bukan seluruh mitra manufaktur Nvidia. Namun, mereka menambahkan bahwa ketersediaan pasokan bagi mitra AIB (add-in-board) menjadi faktor penentu kelanjutan produksi. Dalam hal ini, Asus dinilai tidak mendapatkan suplai yang cukup untuk mempertahankan lini tersebut.

Di sisi lain, kondisi ini tidak dialami semua produsen. PNY memastikan RTX 5070 Ti versi Dual-Slot Slim (DSS) tetap sesuai jadwal dan akan mulai dikirim pada Februari. Kartu grafis ini akan tersedia di berbagai retailer besar seperti Best Buy, Micro Center, dan Amazon.

Tekanan pasokan ini disebut tidak terlepas dari krisis memori global. Wakil Presiden Micron untuk pemasaran bisnis mobile dan klien, Christopher Moore, mengatakan produsen kini berupaya menyederhanakan variasi produk demi memaksimalkan output. Perubahan kapasitas memori, seperti dari 12GB ke 16GB atau 24GB, justru disebut dapat menurunkan volume produksi secara keseluruhan.




(asj/asj)





Hide Ads