Roket SpaceX Meledak, Elon Musk Sebut Fokus ke Peluncuran Bersejarah

Roket SpaceX Meledak, Elon Musk Sebut Fokus ke Peluncuran Bersejarah

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 30 Mei 2020 12:14 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Roket SpaceX Meledak, Elon Musk Sebut Fokus ke Peluncuran Bersejarah. Foto: AP
Texas -

Proritipe roket Starship buatan SpaceX yang akan mengangkut manusia ke Bulan hingga ke Mars, meledak dalam uji coba pada Jumat (29/5) waktu setempat. Sebelumnya, CEO SpaceX Elon Musk mengatakan bahwa perusahaannya lebih memfokuskan diri pada misi peluncuran astronaut NASA akhir pekan ini.

Musk memang belum berkomentar terkait insinden meledaknya Starship tersebut. Dalam sebuah wawancara podcast pada 26 Mei lalu, Musk memang sedang memprioritaskan peluncuran astronaut.

"Saya telah mengalihkan prioritas SpaceX untuk memfokuskan pada peluncuran kru," ujarnya dikutip dari The Verge, Sabtu (30/5/2020).

Maka itu artinya, roket terbesar yang dikembangkan SpaceX itu akan mengalami keterlambatan. Sebagai informasi, Starship memiliki tinggi 50 kali yang ditenagai mega booster Super Heavy, yang mana roket ini dibuat dengan tujuan utama untuk membawa manusia mendarat di Mars.

"Jadi, itu akan memperlambat segalanya di Starship," ucapnya.

Bulan lalu, NASA memilih Starship sebagai salah satu pesawat antariksa yang berpartisipasi dalam program Artemis untuk mendaratkan astronaut di Bulan pada 2024.

Diberitakan sebelumnya, ledakan ini terjadi saat prototipe tersebut ketika melakukan uji coba mesin statis pada Jumat (29/5) waktu setempat yang dilakukan di fasilitas SpaceX di Boca Chica, Texas. Prototipe Starship SN4 meledak pada pukul 13:49 waktu setempat.

Ledakan ini terjadi sekitar satu menit setelah mesin roket Raptor diuji coba, tapi belum diketahui apa yang menyebabkan ledakan ini. Dampak dari ledakan tersebut menghasilkan bola api raksasa dan bahkan goncangannya terasa hingga jarak tiga kilometer.

Sesuai namanya, Starship SN4 merupakan prototipe kesekian yang dikembangkan oleh SpaceX. Perusahaan besutan Elon Musk ini pertama kali menciptakan prototipe Starship Mk1 yang kemudian hancur setelah tes tekanan pada November 2019.

Starship SN4 termasuk prototipe yang paling awet karena telah menjalankan uji coba paling banyak. Uji coba mesin statis yang berakhir tragis kali ini merupakan uji coba kelima yang dilakukan.

SpaceX sendiri telah membangun prototipe lainnya, Starship SN5. Prototipe anyar itu yang akan menjalani serangkaian uji coba lainnya setelah pendahulunya hancur.



Simak Video "NASA Tunda Peluncuran Roket SpaceX Elon Musk"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)