Jumat, 10 Jan 2020 21:40 WIB

Misteri Raibnya Air di Planet Mars Akhirnya Terungkap

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: NASA/JPL-Caltech
Jakarta - Sebelum memiliki wujud yang kering dan dingin seperti sekarang, Mars dulu adalah planet yang memiliki sumber daya air melimpah seperti di Bumi.

Ilmuwan dari University of Paris-Saclay di Prancis, berhasil menemukan fakta bahwa miliaran tahun lalu ada hamparan laut, danau, dan sungai yang menyelimuti Mars sebelum berubah jadi Planet Merah yang kering.



Adapun sisa-sisar air yang terkadung di Mars, sebagian besarnya membeku di lapisan es yang berada di kutub.

Pada penelitian sebelumnya, air Mars sebagian besar mengalir ke luar angkasa. Radiasi ultraviolet dari Matahari memecah air membentuk hidrogen dan oksigen di atmosfer bagian atas planet tetangga Bumi ini.

Dalam penemuan terbaru, terlihat bahwa sejumlah besar air secara teratur dapat membuat intrusi cepat ke atmosfer bagian atas Mars. Untuk mengetahui peristiwa ini, ilmuwan menganalisis data dari Trace Gas Orbiter, bagian program ExoMars Eropa-Rusia yang melilingi Mars.

Seperti dikutip dari Space.com, dalam penelitian ini ilmuwan memfokuskan diri mempelajari cara air didistribusikan naik dan turun di atmosfer Mars pada ketinggian selama kurun waktu tahun 2018 dan 2019.

Hasilnya, ditemukan bahwa perubahan musiman adalah faktor kunci yang mendorong bagaimana uap air didistribusikan ke atmosfer. Selama bagian terpanas dan terhebat dari tahun Planet Merah, misalnya, sebagian besar atmosfer menjadi 'jenuh' dengan uap air 10-100 kali lebih banyak daripada yang seharusnya. Itu yang memungkinkan air mencapai atmosfer atas.

"Tingkat kejenuhan yang luar biasa ini tidak diamati di mana pun di badan lain di tata surya," kata ketua peneliti studi Franck Montmessin, seorang ilmuwan planet di University of Paris-Saclay di Prancis.

Ditambah lagi, dengan gaya gravitasi di Mars yang lebih rendah dibandingkan dengan Bumi, membuat planet ini tidak mampu menahan air hingga menghilang ke luar angkasa.

Kecepatan proses itu menunjukkan Mars bisa kehilangan airnya lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.



Temuan mengejutkan ini tentunya dapat membantu para peneliti untuk lebih memahami mengapa Mars modern saat ini jadi kering dan dingin. Peneliti studi mengharapkan penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi berapa banyak air yang memasuki atmosfer bagian atas Mars dan memodelkan perilakunya.

"Dengan demikian para ilmuwan dapat memahami bagaimana uap air lari ke luar angkasa," pungkas Montmessin.

Simak Video "Bocah Magang di NASA Temukan Planet Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)