Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kebun Binatang Jepang: Mental Monyet Punch Sangat Kuat

Kebun Binatang Jepang: Mental Monyet Punch Sangat Kuat


Fino Yurio Kristo - detikInet

A baby Japanese macaque named Punch touches a stuffed orangutan at Ichikawa City Zoo, in Ichikawa, Chiba Prefecture, Japan, February 19, 2026. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Jakarta -

Namanya Punch, monyet kecil yang dengan setia menyeret boneka orangutan yang sedikit lebih besar dari tubuhnya ke mana pun ia pergi.

Lahir Juli tahun lalu, kehidupan Punch diawali dengan rintangan berat. Ibu kandungnya menolaknya, kemungkinan akibat proses kelahiran yang sulit di tengah gelombang panas, sehingga ia harus dirawat staf kebun binatang. Berbulan-bulan, interaksi sosial utama si kecil ini hanyalah dengan manusia.

Memasuki bulan Januari, tiba saatnya bagi Punch perlahan-lahan dikembalikan ke kawanannya di area kandang "Monkey Mountain" kebun binatang tersebut. Dan tentu saja, awalnya ini tidak mudah baginya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reintegrasi ini sangat penting untuk perkembangan jangka panjang, meski secara sosial bisa terasa sangat kejam. Monyet atau kera Jepang hidup dalam hierarki ketat, dan anak-anak biasanya mempelajari posisi mereka dari sang ibu. Tanpa kehadiran ibu kandung untuk membimbing, Punch kesulitan beradaptasi dengan kehidupan sosial kawanannya.

Di tengah kekhawatiran warganet yang sedih karena Punch di-bully oleh monyet yang lebih besar, pihak Kebun Binatang Kota Ichikawa memberi pernyataan menenangkan.

ADVERTISEMENT

"Meskipun Punch sering dimarahi, ia juga memiliki ketahanan mental yang sangat kuat dan cepat bangkit kembali. Fakta bahwa ia berulang kali mendapat sikap dingin dan dikucilkan oleh anggota kelompoknya setelah mencoba berkomunikasi dengan berbagai monyet, bukanlah sesuatu yang harus terus diratapi."

"Kami berharap Anda melihat proses ini sebagai bentuk dukungan dan sorakan semangat atas kegigihan serta usaha keras Punch," tambah mereka yang dikutip detikINET dari Euro News.

Dan benarlah, kegigihannya mulai membuahkan hasil. Rekaman terbaru menunjukkan bulu Punch sedang dibersihkan monyet lain, sebuah tanda penting adanya penerimaan sosial. Dia juga tampak bermain dengan monyet-monyet yang lebih sebaya dengannya.

Hal ini membuat beberapa warganet berkelakar teman-teman kandangnya baru mau menyayangi Punch setelah ia viral. "Tiba-tiba mereka baik sama dia karena dia sekarang tenar wkwkwk," celetuk seorang pengguna di kolom komentar sebuah video yang memperlihatkan Punch dipeluk oleh monyet yang lebih tua.

Punch menjelma menjadi sensasi internet. Video-videonya meraup puluhan juta tayangan, beberapa di antaranya tembus 30 juta views di TikTok dan Instagram. Berbagai fan art bermunculan di X dan Reddit. Bahkan sektor ritel ikut ketiban pulung. IKEA melaporkan lonjakan penjualan boneka orangutan di berbagai negara.

Berbagai ungkapan emosional yang menguras air mata pun mengalir deras, dengan warganet di berbagai platform mengekspresikan rasa sayang dan naluri protektif. "Aku mau mengadopsi Punch dan menyayanginya selamanya," tulis seorang pengguna. Sementara yang lain mengaku: "Sudah 3 hari berturut-turut nangisin Punch."




(fyk/fyk)







Hide Ads