Senin, 10 Jun 2019 10:27 WIB

Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi, Perlukah Khawatir?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: NASA Ilustrasi. Foto: NASA
Jakarta - Asteroid di masa lalu sudah beberapa kali menghantam Bumi. Nah, laporan terbaru dari badan antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) menyebutkan ada kemungkinan asteroid bernama 2006 QV89 menuju Bumi pada bulan September nanti. Perlukah khawatir?

ESA terus memonitor rute yang diambil 2006 QV89. Berdasarkan model estimasi ESA, kemungkinan besar asteroid ini melewati Bumi dengan jarak lebih dari 6,8 juta kilometer. Tapi, ESA memperingatkan ada potensi 2006 QV89 menghantam planet kita ini.

"ESA mendaftar obyek angkasa paling berbahaya dan mereka baru menambahkan sebuah asteroid sebesar sekitar lapangan bola mengarah langsung ke kita, tapi tak perlu khawatir. Itu karena asteroid 2006 QV68 hanya punya kemungkinan 1 banding 7.000 menabrak Bumi," tulis Austin Williams, kolumnis sains di Fox.



"Jika Anda cemas, Anda berisiko lebih tinggi sekarat dari kedinginan parah, yang kemungkinan terjadinya 1 banding 6.045. Ukuran agar lembaga antariksa bertindak adalah jika ditentukan kemungkinan tabrakan 1 banding 100," papar dia.

2006 QV89 berukuran lumayan kecil, memiliki panjang 40 meter. ESA menyebutkan asteroid itu bakal melintasi Bumi tepatnya pada tanggal 9 September 2019.

Austin mengakui memang tidak bisa dikatakan Bumi sepenuhnya aman dari ancaman asteroid. Pada 15 Februari 2013 misalnya, sebuah asteroid jatuh di kota kecil Rusia bernama Chelyabink yang merusak 7.200 bangunan serta melukai 1.500 orang.

Menurut NASA, angka asteroid yang dekat dengan Bumi berjumlah lebih dari 19 ribu di awal 2019. NASA dan berbagai lembaga antariksa pun telah melakukan beragam antisipasi jika suatu saat nanti terjadi potensi bahaya yang diakibatkan tumbukan asteroid.



Awal Mei lalu, NASA membuat skenario menakutkan tentang jatuhnya asteroid raksasa ke planet Bumi. Meski berhasil mengamankan, ternyata ada sebagian asteroid itu yang meluncur ke tengah kota New York.

Setelah dianalisa, tidak ada cara lain yang lebih aman selain mengevakuasi seluruh warga New York demi keselamatan mereka. NASA menjelaskan simulasi itu didesain membantu pemegang kebijakan mempraktekkan jika terjadi tumbukan asteroid dengan skenario terburuk. (fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed