Jumat, 22 Feb 2019 20:10 WIB

Peran Satelit Nusantara Satu dalam Usaha Swasembada Broadband

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet
Jakarta - Pasifik Satelit Nusantara (PSN) baru saja meluncurkan satelit Nusantara Satu menuju orbit. Peluncuran ini diharap dapat membantu tercapainya swasembada broadband di Indonesia.

Lalu apakah yang dimaksud dengan swasembada broadband? Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono mengatakan, swasembada broadband berarti mampu memenuhi kebutuhan internet brodband di Indonesia dengan infrastruktur buatan lokal.

"Sebetulnya kebutuhan broadband di kita itu sangat tinggi sekali. Dan kemampuan di dalam negeri itu masih belum," kata Heru di kantor PSN, Jakarta, Jumat (22/2/2019).




"Kita pun kayaknya kalau total kapasitas sudah meluncur, mudah-mudahan sih sudah bisa memenuhi kebutuhan broadband internet dengan satelit dan infrastruktur lain yang ada di Indonesia milik lokal sendiri," sambungnya.

Menurut Heru, saat ini infrastruktur yang digunakan oleh satelit milik PSN masih menggunakan infrastruktur asing seperti misalnya transponder.

Saat ini bukan hanya kurangnya kemampuan industri dalam negeri yang membuat Indonesia masih belum bisa mencapai swasembada broadband melainkan juga karena masih kecilnya kapasitas satelit broadband yang disediakan.




Menurut data pemerintah, saat ini angka kebutuhan broadband di Indonesia mencapai 150 Gbps. Nah, menurut Group Head Space System Group PSN Indri Prijatmodjo, dari jumlah tersebut satelit-satelit Indonesia baru bisa menyediakan kapasitas sebesar 30 Gbps. Walhasil, banyak yang masih harus dikerjakan oleh pemerintah dan juga PSN untuk mencapai swasembada broadband.

Indri pun berharap dengan dua satelit lanjutan milik PSN, yang akan diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2020 dan tahun 2022, dapat mendorong Indonesia menuju swasembada broadband.

"Kita juga dengar ada inisiatif dari pemerintah untuk meluncurkan satelit berikutnya yang kalau tidak salah jumlahnya bisa mensuplai sampai 150Gbps," jelas Indri

"Jadi mungkin saat nanti satelit pemerintah bisa meluncur itu kita bisa swasembada broadband," tuturnya.


(vim/krs)