Senin, 28 Jan 2019 18:00 WIB

NASA Pulangkan Batu Bumi Usia 4 Miliar Tahun dari Bulan

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Alan Shepard saat berada di permukaan Bulan dalam misi Apollo 14. Foto: NASA Alan Shepard saat berada di permukaan Bulan dalam misi Apollo 14. Foto: NASA
Jakarta - Pada 1971 silam, NASA melangsungkan misi Apollo 14 yang digawangi oleh Alan Shepard, Stuart Roosa, dan Edgar Mitchell untuk mengambil sampel dari Bulan. Kini, diketahui bahwa para astronot tersebut berhasil membawa pulang salah satu batu tertua Bumi.

Batu tersebut terbuat dari kuarsa, felspar, dan zirkon. Diperkirakan, ia sudah berada jauh di dalam permukaan Bumi pada 4 miliar tahun yang lalu. Ia terlontar sampai ke Bulan akibat dari tumbukkan asteroid atau komet terhadap Bumi.


Batuan Bumi berusia 4 miliar tahun yang dipulangkan dari Bulan.Batuan Bumi berusia 4 miliar tahun yang dipulangkan dari Bulan. Foto: NASA

"Ini merupakan temuan yang luar biasa dalam membantu memberikan gambaran lebih baik terhadap masa-masa awal di Bumi dan tumbukkan-tumbukkan yang membantuk planet kita ini sebelum munculnya kehidupan," ujar David Kring, peneliti dari Lunar and Planetary Institute, Houston, Texas, Amerika Serikat.

Analisis terhadap batu seberat 2 gram itu menunjukkan bahwa ia terbentuk hampir sejauh 20 km di bawah tanah yang memiliki oksigen, sebagaimana detikINET kutip dari The Guardian, Senin (28/1/2018). Aspek tersebut dapat ditemukan di Bumi, tapi tidak di Bulan.

Saat batu tersebut terlontar, jarak Bumi dengan bulan sekitar 3 kali lebih dekat dibanding sekarang. Setelah ia berada di permukaan Bulan, tumbukkan lain membuatnya melebur dan semakin tertekan ke dalam sekitar 3,9 miliar tahun lalu.

Kemudian, pada 26 juta tahun lalu, batu tersebut kembali terdampak oleh sebuah asteroid yang menghantam Bulan dan menyebabkan kawah Cone sepanjang 340 meter dan dengan kedalaman 75 meter. Kawah tersebut terletak di dekat titik pendaratan misi Apollo 14.

Batu itu sendiri merupakan sebagian kecil dari hampir 43 kg sampel yang dibawa dalam misi Apollo 14. Pada Feburari 1971, para astronot menghabiskan lebih dari 33 jam di permukaan Bulan untuk mengumpulkan batuan tersebut.


Walau usianya sudah sangat tua, batu tersebut bukan menjadi yang tertua sepanjang sejarah. Rekor itu masih dipegang oleh sebuah kristal zircon yang ditemukan di Australia Barat.

Usia kristal tersebut diperkirakan sudah mencapai 4,4 miliar tahun. Sebagai perbandingan, Bumi terbentuk di sistem Tata Surya pada 4,5 miliar tahun yang lalu. (mon/mon)