Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Produk
SUHD TV: Ketika UHD Tak Lagi Cukup bagi Samsung
Review Produk

SUHD TV: Ketika UHD Tak Lagi Cukup bagi Samsung


Adi Fida Rahman - detikInet

Jakarta -

Layaknya perangkat ponsel pintar, perkembangan teknologi televisi sama pesatnya. Rasanya baru kemarin para vendor gencar mempromosikan televisi Full High Definition (HD). Sekarang mereka berlomba menghadirkan perangkat televisi Ultra High Definition (UHD) yang menawarkan resolusi 4 kali Full HD.

Tak urung kondisi tersebut melahirkan persaingan yang sengit di pasar UHD TV. Para vendor pun akhirnya menyiapkan sejumlah jurus khusus untuk menggaet lebih banyak konsumen, salah satunya menghadirkan teknologi yang lebih canggih dari merek tetangga.

Cara inilah yang dipilih oleh Samsung. Raksasa elektronik asal Korea Selatan ini mengusung SUHD TV yang diklaim memiliki kemampuan lebih baik dibanding televisi UHD Konvensional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SUHD sendiri merupakan teknologi display besutan Samsung yang diklaim mampu menampilkan gambar yang mirip dengan aslinya. Samsung menggunakan teknologi Nano Crystal yang menghasilkan warna gamut 20% lebih lebar dan makin akurat.

TV ini menggunakan panel 10 bit yang diklaim membuat detail warna jadi 64 kali lebih baik dibanding UHD biasa. Ditambah dengan Alogaritma Color Mapping yang 2 kali lebih banyak, sehingga membuat tingkat gamut warna jadi kian lebar. Dari sisi kecerahan, SUHD dikatakan 2,5 kali lebih baik dari UHD Konvensional, baik saat scene cerah maupun gelap.

Namun apakah semua klaim dari Samsung ini benar adanya? detikINET berkesempatan menguji salah satu unit Samsung SUHD. Tipe yang mampir ke ruang redaksi adalah JS9000 memiliki ukuran 55 inch. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Stylish nan Mewah

Dewasa ini, televisi tidak mengedepankan teknologi canggih semata. Namun juga unggul soal penampilan, seperti JS9000 ini. Samsung mendesain televisinya tersebut agar dapat mendukung keindahan interor ruangan rumah penggunanya.

Bodi SJ9000 dibikin ramping. Sementara bagian layarnya dikelilingi bazel bermaterial brushed metal. Selain memberikan tampilan elegan, bazel ini mampu menghadirkan kedalaman gambar.

Nah, ketika menengok di sisi belakangnya. Tampilan JS9000 terlihat berbeda dengan umumnya televisi yang ada di pasaran. Alih-alih dibuat polos, Samsung membalutnya dengan cover bertekstur. Ini bukan berarti negatif, malah sebaliknya.



Lapisan bertekstur tersebut makin mempercantik tampilan televisi ini. Alhasil, meski diletakkan di tengah ruangan tidak merusak pandangan mata. Dari sudut manapun memandang akan terlihat menarik.

Beralih pada bagian stand, Samsung membuatnya berbentuk T melengkung. Selain terasa kokoh menyangga layar, stand ini memberikan efek seolah-olah layar mengambang. Hal ini akan memberikan pengalaman baru saat menonton sebuah tayangan.



Anti Ribet Kabel

Seperti jajaran televisi UHD-nya, Samsung melengkapi JS9000 ini dengan One Connect Box. Di awal kehadiran beberapa tahun lalu, One Connect Box dianggap aneh karena tidak umum. Tapi kotak koneksi ini memberikan banyak keuntungan bagi pengguna.

Kotak pintar ini memiliki dua peran. Pertama, sebagai pusat port, mulai dari HDMI, USB, RF hingga digital audio output. Membuat kita bebas meraba-raba bagian belakang televisi bila ingin mengkoneksikan kabel. Selain itu, membuat tampilan televisi menjadi lebih rapi.



Kedua, bertindak sebagai Evolution Kit. Di dalamnya terdapat jeroan dalam televisi, seperti prosesor, RAM dan lain-lain. Nantinya, Pengguna cukup mengganti One Connect baru jika ingin memperbarui kinerja Samsung SUHD TV miliknya. Tanpa harus membeli televisi seri terbaru.

2. Tizen yang Pintar

Mulai tahun ini, jajaran televisi pintar Samsung bakal dibekali sistem operasi Tizen. Hadirnya sistem operasi ini cukup detikINET apresiasi. Pasalnya sangat memberikan kemudahan dalam pengoperasian dibanding sistem operasi sebelumnya.

Tizen memiliki dua menu, di bagian atas dan bawah. Menu atas terdiri dari opsi pengaturan, koneksi media dan lain-lain. Sementara menu aplikasi Smart TV diletakkan di bagian bawah.

Untuk menampilkan menu di bagian atas, cukup menekan tombol Menu di remote. Sementara menu aplikasi, cukup menekan ikon khas Smart TV di bagian tengah remote. Atau bisa mengarahkan kursor ke bagian bawah atau atas, secara otomatis menu-menu tersebut muncul.



Tak hanya kemudahan pengoperasian, Tizen membawa banyak fitur lain yang membuat televisi ini terasa lebih pintar. Kami sempat mencoba fitur Multi-Link Screen yang memungkinkan kita menonton dua layar sekaligus dalam satu TV.Β 

Jadi kita bisa menonton film, sembari membuka aplikasi browsing. Atau saat menonton TV sembari membuka aplikasi lain. Menariknya fitur ini, kita bisa mengatur ukuran salah satu tampilan sesuai keinginan.

Tapi detikINET menyarankan jangan membuka tayangan video bersamaaan. Karena TV akan mengeluarkan dua suara sekaligus yang membuat Anda bingung mendengarnya.

Berkat Tizen pula, melakukan sharing antar perangkat TV dan mobile kian gampang. Kita dapat menonton konten yang ada di perangkat mobile lewat layar TV. Begitupula sebaliknya, dapat menonton tayangan di TV lewat perangkat mobile. Jadi kita tak akan ketinggalan pertandingan seru di TV meski harus ke kamar kecil. Karena tayangan yang ada di TV dapat seketika disaksikan di layar ponsel.

3. Pengalaman Menonton Memukau

Hadirnya layar melengkung memberikan pengalaman yang lebih menakjubkan. Seluruh indera seperti dikelilingi layar lengkungnya. Sehingga menghadirkan efek kedalaman yang lebih nyata. Menjadikan kita tidak sekadar menonton, tapi seperti berada di dalam tayangan tersebut.

Berkat panel lengkung ini juga, memungkinkan sudut tonton jadi lebih baik. Memberikan bentangan pandang yang lebih luas dan tanpa mengurangi detail tajam meski tidak duduk di tengah.

TV Samsung juga memberi efek kedalaman pada tayangan. Alhasil kita dapat merasakan sensasi 3D tanpa harus menggunakan kacamata. Namun bila ingin maksimal, JS9000 ini tetap menyediakan opsi 3D.

Mengusung resolusi UHD, televisi anyar Samsung ini jadi empat kali lebih tajam dan kaya warna dibanding TV Full HD. Sang vendor asal Negeri Ginseng mengklaim televisinya ini adalah Real UHD. Pernyataan ini berdasar perhitungan standar RGB UHD dari Digital Europe dan Association Consumer Electronics. Kondisi di pasaran, kata Samsung, ada vendor yang mengklaim televisinya UHD padahal tidak sesuai standar internasional.

Untuk diketahui, UHD berdasarkan standar internasional adalah 3840x2160 pixel, dimana RGB color mencapai 8,3 juta pixel. Sementara ada vendor yang menggunakan tambahan unsur White untuk memenuhi resolusi standar UHD. Padahal jika dihitung RGB, hanya beresolusi 2880x2160 pixel.

Kembali ke JS9000, detikINET sempat menjajal televisi ini untuk menonton video dan bermain PlayStation 4. Saat menonton video, JS9000 mampu memproduksi warna sealami mungkin.

Selain itu, teknologi ini juga dapat menciptakan gradasi warna dengan kemampuan sangat baik. Sehingga nuansa warna yang ditampilkan menjadi jauh lebih kaya, detail dan seperti aslinya.

Kami dibuat terpukau pada tampilan warna hitam dan merah. Warna hitamnya tampil begitu gelap, sementara merahnya tampil begitu merah. Begitu memutar film suasana gelap, televisi ini mampu menampilkan gambar lebih jelas dan terang. Ini kami alami saat memutar film Pacific Rim.

Saat adegan pertempuran Gipsy Danger melawan Kaiju di malam hari tampak gambarnya lebih detail dan terang, begitupula scene pertempuran di dalam laut. Sensasi ini berbeda kala kami menonton di bioskop ataupun Bluray di TV Full HD dimana terasa lebih gelap

Samsung JS9000 ini juga bisa menghadirkan warna-warna yang belum pernah ditampilkan sebelumnya oleh televisi lain. detikINET membuktikan pada saat video HDR Life of Pi. Salah satunya warna baru yang muncul adalah emerald. Warna tersebut belum kami lihat sebelumnya saat menonton Life of Pi baik di bioskop ataupun televisi UHD lain.

Kala memutar video beresolusi Full HD, JS9000 mempu melakukan upscaling dengan sangat cukup baik. Warna tetap terjaga meski pun saat scene dengan gerakan cepat masih terlihat kotak-kotak atau kerap disebut pixelate. Meski demikian hal tersebut tidak terlalu mengganggu kenikmatan menyaksikkan tayangan film.

Meski tampilan game yang dimainkan lewat PlayStation 4 di-upscaling. Tapi gambar malah lebih memukau. Kami menjajal memainkan FIFA 14 dan The Last of Us. Detail grafis dari kedua game tersebut lebih terasa. Seakan-akan kedua game ini memang dibuat untuk resolusi UHD. Alhasil ngegame jadi lebih seru dan mengasyikkan.



Speaker Terbantu Soundbar

Meski gambar yang tersaji begitu detail dengan warna tampak alami. Sayangnya, tidak dibarengi dengan audio yang mumpuni. Kualitasnya sebenarnya tidaklah jelek, tapi terasa kurang nendang kala mengeluarkan suara dentuman.

Jenis speaker JS9000 ini cocok untuk mendengarkan musik akustik. Sementara untuk menonton film, masih terbilang standar. Perlu perangkat audio tambahan, seperti home theatre atau soundbar untuk menghadirkan sensasi bioskop di rumah.



Untungnya, detikINET dipinjamkan unit Samsung Curved Soundbar HW-J6001. Suara yang diproduksi memang memanjakan telinga. Ketika memutar film aksi GI Joe, dentuman bom terdengar menggelegar. Suara pun seperti mengelilingi kita.

4. Opini detikINET

Samsung SUHD JS9000 berhasil memberikan sensi menonton yang belum dirasakan sebelumnya. Suguhan gambar yang disajikannya membuat mata berdecak kagum. Spektrum warnanya lebih beragam dan akurat. Menjadikan gambar terasa lebih hidup.

Televisi seharga Rp 55 juta ini mampu memproduksi warna yang belum pernah kami lihat sebelumnya di perangkat sejenis. Ditambah sensasi layar lengkung membawa seolah berada dalam tayangan.

Meski saat ini konten UHD lumayan terbatas. Hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab, selain karena Samsung memberikan sejumlah film berkualitas UHD, kemampuan upscaling yang dimiliki JS9000 sudah sangat baik. Konten Full HD tetap dapat ditampikan dengan kualitas yang apik dilihat mata.

Bila harus mencari kelemahannya, mungkin di sektor speakernya. Bukan berarti jelek, hanya dibilang standar. Akan terasa kurang mumpuni bila ingin menyaksikan film aksi dengan dentuman bom yang dahsyat. Solusinya dengan memadukan dengan perangkat audio lain, seperti soundbar.

(ash/ash)








Hide Ads