Elon Musk Kritisi 'Pajak' di Apple App Store: Kemahalan!

Elon Musk Kritisi 'Pajak' di Apple App Store: Kemahalan!

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 05 Mei 2022 19:15 WIB
Apakah Pembelian Twitter oleh Elon Musk adalah Keputusan Bisnis yang Tepat?
Foto: ABC Australia
Jakarta -

CEO Tesla Elon Musk kembali mengkritisi pajak yang dikenakan Apple untuk setiap transaksi di App Store. Menurutnya, potongan tersebut terlalu mahal.

Musk menyebut pajak yang mencapai 30% ini 'nggak banget' dan seperti sebuah pajak untuk internet yang dikenakan oleh Apple. Kritik itu dilontarkan Musk lewat akun Twitternya, di mana ia menyebut pajaknya itu 10 kali lipat lebih tinggi dibanding seharusnya.

"Toko Apple seperti mengenakan pajak 30% untuk internet. Ini nggak banget," kicau Musk.

"Ini benar-benar 10 kali lipat lebih tinggi dibanding seharusnya," lanjutnya dalam kicauan lain, yang artinya Apple seharusnya hanya mengenakan potongan sebesar 3% untuk transaksi yang dilakukan di App Store.

Seperti diketahui, Apple mengenakan potongan 30% dari pemasukan pengembang aplikasi yang berasal dari transaksi di App Store. Potongan sebesar ini dikenakan untuk pengembang yang pemasukan tahunannya di atas USD 1 juta.

Namun Apple punya Small Business Developer Program, di mana pengembang yang pemasukannya di bawah USD 1 juta dikenakan potongan yang lebih kecil, yaitu 15%. Meski begitu, jika menurut hitungan Musk, potongan versi diskon itu tetap lebih mahal lima kali lipat dibanding yang seharusnya.

Ini bukan pertama kalinya bos Tesla itu mengkritik App Store milik Apple. Pada Juli 2021 lalu misalnya, Musk menyebut Apple menciptakan taman yang dikelilingi tembok, dan Tesla tak akan melakukan hal semacam itu.

"Saya pikir kita mau menekankan kalau tujuan utamanya adalah untuk mendukung energi terbarukan. Bukan dengan menciptakan taman yang dikelilingi tembok dan menggunakannya untuk menghajar kompetitor seperti yang dilakukan oleh perusahaan lain," jelas Musk saat menjawab pertanyaan soal jaringan charger Tesla.

Tesla dan Apple memang sering bermasalah sejak dulu. Terutama ketika Apple merekrut sejumlah engineer Tesla saat mereka berusaha merambah pasar mobil listrik. Bahkan, Musk tak segan menyebut Apple sebagai 'Tesla Graveyard'.

"Jika anda tak cukup baik untuk bekerja di Tesla, maka silakan kerja di Apple," ujarnya pada tahun 2015.



Simak Video "Seberapa Besar Perhatian Elon Musk pada Twitter Dibanding Tesla?"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)