Pakai Twitter Nanti Harus Bayar? Ini Jawaban Elon Musk

Pakai Twitter Nanti Harus Bayar? Ini Jawaban Elon Musk

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 04 Mei 2022 18:00 WIB
NEW YORK, NEW YORK - MAY 02: Elon Musk attends The 2022 Met Gala Celebrating In America: An Anthology of Fashion at The Metropolitan Museum of Art on May 02, 2022 in New York City.   Dimitrios Kambouris/Getty Images for The Met Museum/Vogue/AFP (Photo by Dimitrios Kambouris / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Elon Musk. Foto: Getty Images via AFP/DIMITRIOS KAMBOURIS
Jakarta -

Apakah Twitter nanti bakal menjadi layanan berbayar di bawah kepemimpinan Elon Musk? Bos SpaceX dan Tesla itu pun melontarkan jawabannya, mungkin karena sebagian pengguna Twitter sudah merasa cemas akan kemungkinan itu.

Seperti diketahui, Elon Musk setuju membeli Twitter senilai USD 44 miliar. Banyak rencana ingin diimpelentasikannya pada Twitter, termasuk memberantas akun bot atau spam, serta mengenakan biaya berlangganan.

Namun dalam kicauan terbarunya, pria kelahiran Afrika Selatan ini menjamin bahwa Twitter akan selalu gratis bagi user kasual atau user biasa, dan mereka sama sekali tidak perlu membayar.

Beda halnya dengan pengguna dari kalangan komersial atau pemerintahan. Mungkin nanti akan ada biaya tertentu bagi mereka jika menggunakan Twitter.

Dalam kicauannya yang lagi-lagi unik itu, Elon Musk menyebut kejatuhan Freemasons adalah karena mereka memberikan layanannya secara gratis.

"Twitter akan selalu gratis bagi para pengguna kasual, namun mungkin akan ada sedikit biaya untuk pengguna komersial atau pemerintahan," tulisnya yang dikutip detikINET dari BBC.

Sebelumnya, Elon Musk juga ingin membuat fitur pesan langsung atau direct messages (DM) menjadi lebih aman. Dalam cuitannya di Twitter, Elon menyerukan agar DM Twitter dilindungi fitur enkripsi end-to-end agar lebih aman seperti pesan yang dikirimkan lewat aplikasi messaging Signal.

Dengan enkripsi end-to-end, pesan yang dikirimkan hanya bisa dilihat oleh pengirim dan penerima, dan tidak bisa diintip oleh orang lain termasuk platform.

"DM Twitter seharusnya memiliki enkripsi end to end seperti Signal, sehingga tidak ada yang bisa memata-matai atau meretas pesan kalian," kata Elon Musk dalam cuitannya.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)