Follower Twitter Elon Musk Lebih dari Setengahnya Akun Jejadian

Follower Twitter Elon Musk Lebih dari Setengahnya Akun Jejadian

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 03 Mei 2022 17:45 WIB
Elon Musk
Follower Twitter Elon Musk Lebih dari Setengahnya Akun Jejadian. Foto: Associated Press
Jakarta -

Lebih dari setengah follower Elon Musk di Twitter adalah akun jejadian alias follower palsu, demikian menurut platform audit online SparkToro.

Angka yang ditunjukkan SparkToro memperkirakan bahwa 53,3% follower Musk adalah follower palsu, yang berarti mereka adalah akun spam, bot, atau tidak lagi aktif.

Orang terkaya di dunia itu, saat ini sedang dalam proses mengakuisisi Twitter. Dia berjanji akan menyingkirkan bot spam dan akun penipuan di media sosial berlogo burung biru tersebut.

"Jika tawaran kami kepada Twitter berhasil, kami akan mengenyahkan bot spam," tweetnya pada 21 April lalu.

Twitter pekan lalu mengumumkan bahwa mereka telah menerima tawaran sebesar USD 44 miliar dari Elon Musk, menjadikannya berpotensi sebagai salah satu akuisisi teknologi terbesar dalam sejarah. Kesepakatan di antara Musk dan Twitter diperkirakan akan selesai pada Oktober tahun ini.

Musk saat ini memiliki hampir 90 juta follower Twitter, menjadikan akunnya berada di urutan kedelapan paling populer di platform tersebut. Bahkan untuk akun dengan jumlah follower yang sama, Musk memiliki jumlah follower palsu yang tidak proporsional, menurut SparToro.

Elon MuskFoto: SparkToro



"Audit ini menganalisis sampel 2.000 akun acak dari 100.000 akun terbaru yang mengikuti @elonmusk, kemudian melihat 25+ faktor yang berkorelasi dengan akun spam/bot/kualitas rendah," jelas SparkToro seperti dikutip dari The Independent.

Sebagai pemilik baru Twitter, Musk juga mengatakan dia akan "mengotentikasi semua manusia nyata" sebagai bagian dari tindakan kerasnya terhadap aktivitas yang tidak autentik.

Musk yang juga seorang advokat cryptocurrency vokal, dalam beberapa tahun terakhir diganggu oleh scammer. Para penipu online ini sering memposting balasannya dalam upaya untuk mengelabui followernya agar mengirimi mereka bitcoin.

Taktik umum para scammer adalah meniru miliarder teknologi tersebut dengan akun yang mirip, yang kemudian mengadakan semacam "kuis berhadiah kripto" yang mengharuskan korban untuk mengirim bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH) untuk menerima dua kali lipat jumlah sebagai imbalannya.

Sebuah kampanye yang dilacak oleh The Independent pada tahun 2018 menemukan bahwa lebih dari 400 orang telah menjadi korban penipuan ini, dengan ribuan dolar cryptocurrency dikirim ke para penjahat cyber.

Musk menggambarkan scammer crypto sebagai satu-satunya masalah yang paling menjengkelkan di Twitter, dan ketika mengumumkan tawaran pengambilalihan Twitter bulan lalu, dia mengatakanningin membuat Twitter lebih baik dari sebelumnya dengan fitur-fitur baru serta membuat algoritma open source yang meningkatkan kepercayaan pengguna.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/asj)