Kacau! Elon Musk Ingin Embed Tweet Jadi Berbayar

Kacau! Elon Musk Ingin Embed Tweet Jadi Berbayar

Josina - detikInet
Minggu, 01 Mei 2022 16:31 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Bos Tesla Elon Musk telah resmi membeli platform media sosial populer yakni Twitter. Ini berarti ia menjadi pemilik baru Twitter.

Sudah banyak perencanaan dan perubahan kebijakan yang akan ia lakukan untuk media sosial tersebut, salah satunya adalah setiap embed cuitan akan dikenakan biaya.

Melansir dari Engadet, Musk akan mengenakan biaya kepada pengguna yang melakukan penyematan (embed) atau mengutip terhadap cuitan dari akun yang telah terverifikasi di Twitter.

Namun jauh sebelum Musk resmi membeli Twitter, fitur tersebut sudah ada perubahan cara kerja embed. Di mana Twitter telah mengubah beberapa JavaScript sehingga menyebabkan cuitan yang disematkan di sejumlah situs sudah mulai menghilang.

Meski demikian, pengguna masih bisa melakukan cara lain dengan mengambil screenshot cuitan dibandingkan menyematkannya langsung di situs.

Rencana Musk dengan membebankan biaya embed cuitan disebut cara dirinya untuk dapat balik modal setelah membeli saham Twitter senilai USD 44 miliar atau sekitar 629,2 triliun.

Diketahui untuk memperoleh uang sebesar itu Musk mendapatkan pinjaman sebesar USD 13 miliar dari Twitter dan pinjaman margin USD sebesar USD 12,5 miliar dari saham Tesla dan sisa dibayarkan dengan uang pribadi Musk.

Demikian Musk melakukan banyak cara untuk meningkatkan laba Twitter. Tak hanya biaya penyematan cuitan sebelumnya Musk dilaporkan akan mengubah layanan Twitter Blue.

Musk menyarankan sejumlah perubahan pada layanan berlangganan Twitter Blue, termasuk memangkas harga, melarang iklan, dan memberikan opsi untuk membayar dalam mata uang kripto dogecoin. Layanan itu sendiri kini bertarif USD 2,99 atau sekitar Rp43.430) per bulan.

Bahkan Musk secara terbuka mempertimbangkan untuk menghapus gaji dewan direksi, yang akan menghemat keuangan perusahaan sekitar USD 3 juta per tahun.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/rns)