Elon Musk Jual Saham Tesla Demi Beli Twitter, Duitnya Habis?

Elon Musk Jual Saham Tesla Demi Beli Twitter, Duitnya Habis?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 02 Mei 2022 05:48 WIB
Dua miliuner dunia, Richard Branson dan Elon Musk bertarung sengit dalam pengembangan transportasi super cepat. Mereka juga punya bisnis pesawat komersil yang bisa terbang ke luar angkasa.
Elon Musk. Foto: Istimewa/Hyperloop/The Boring Company/Geety Images
Jakarta -

Membeli Twitter senilai USD 44 miliar ternyata cukup merepotkan bagi Elon Musk, walau dia adalah orang terkaya di dunia. Sampai-sampai, pria kelahiran Afrika Selatan ini harus melego saham Tesla miliknya.

Meski harta Elon Musk ribuan triliun, kebanyakan berasal dari saham Tesla dan SpaceX, dan uang tunainya diperkirakan 'hanya' USD 3 miliar. Untuk menggenai uang pembelian Twitter, ia antara lain meminjam bank.

Tak hanya itu, data dari US Securites and Exchange Commission mengungkap bahwa Elon Musk barusaja menjual 9,6 juta saham Tesla senilai USD 8,5 miliar atau di kisaran Rp 123 triliun.

Hampir dapat dipastikan bahwa penjualan saham ini adalah untuk menambah uang tunai yang harus disetor ke pihak Twitter. Walau sudah menjual begitu banyak, saham Elon Musk di Tesla masih sekitar 15%.

Seperti dikutip detikINET dari BBC, saham Tesla sendiri sempat anjlok begitu Elon Musk resmi akan membeli Twitter. Investor antara lain khawatir energinya akan tersita untuk mengurus media sosial berlambang burung biru itu.

Elon Musk sendiri adalah manusia terkaya di dunia, dengan harta menurut Forbes di kisaran USD 250 miliar. Selain Tesla, ia juga memiliki sekitar separuh saham perusahaan kendaraan antariksa, SpaceX.

Adapun pendanaan untuk akuisisi Twitter datang dari beberapa sumber, termasuk pinjaman dari Morgan Stanley dan institusi keuangan lainnya yang telah berkomitmen menyumbangkan USD 25,5 miliar. Musk sendiri diperkirakan akan menyediakan pendanaan sebesar USD 21 miliar.

Jika Musk memutuskan membatalkan kesepakatan ini dengan alasan tertentu, misalnya jika Musk tidak bisa menyediakan pendanaan untuk menyelesaikan transaksi, ia harus membayar biaya pembatalan sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,5 triliun.

Dokumen ini juga menyatakan kesepakatan dengan Elon Musk tersebut akan dibatalkan jika tidak diselesaikan sebelum 24 Oktober 2022 pukul 17.00 waktu Amerika Serikat bagian Pasifik



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)