Google Bisa Diminta Hapus Nomor Telepon di Hasil Pencarian

Google Bisa Diminta Hapus Nomor Telepon di Hasil Pencarian

Josina - detikInet
Minggu, 01 Mei 2022 05:46 WIB
Google punya caranya tersendiri untuk memerangi ISIS, yaitu dengan iklan. Raksasa mesin pencari itu akan menampilkan iklan anti ISIS ketika ada penggunanya yang googling soal ISIS ataupun gerakan-gerakan Islam radikal lainnya.
Foto: Gettyimages
Jakarta -

Google telah banyak diminta oleh sejumlah penggunanya untuk menghapus beberapa informasi pribadi seperti nomor telepon di hasil pencarian.

Kini Google telah memperluas kebijakan untuk memungkinkan pengguna meminta penghapusan info kontak seperti nomor telepon, alamat email, dan alamat rumah. Pengguna juga dapat meminta Google untuk menghapus kredensial masuk jika muncul dalam kueri.

Google sebelumnya membatasi permintaan untuk kejadian khusus, seperti perlakuan doxing serta target penipuan yang mencolok seperti detail bank dan kartu kredit.

Google masih akan meninjau permintaan untuk memastikan request tersebut jujur, misalnya tidak akan menghapus referensi yang menjadi catatan publik. Saat itu seorang politisi pun bahkan tidak bisa begitu saja meminta nomor telepon kantor mereka dihapus.

Dilansir detiKINET dari Engadget, Minggu (1/5/2022) perluasan kebijakan ini mengikuti upaya terbaru lainnya untuk mengekang penyebaran informasi sensitif.

Mulai tahun lalu, pengguna Google di bawah 18 tahun dapat meminta penghapusan foto mereka dari penelusuran gambar.

Meskipun kebijakan Google yang diperluas tidak dijamin untuk melindungi privasi pengguna sepenuhnya, namun hal itu dapat menggagalkan para pelaku, peleceh, dan penguntit yang mengandalkan pencarian Google untuk mencapai target mereka.



Simak Video "Anak Google di Rusia Terancam Bangkrut"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)