Pada 8 Desember 1963, Rodney Fox diserang hiu. Akibat gigitan hiu, dada dan perutnya terkoyak. Dia pun harus mendapatkan 462 jahitan.
Ketika Rodney berusia 23 tahun, dia mengikuti South Australia Spearfishing Championship di Pantai Aldinga. Tak terduga, seekor hiu putih muncul dari kedalaman laut dan menyerangnya.
Rahang hiu itu secara brutal menggigit Rodney. Dadanya terkoyak, begitu pula perut dan kakinya. Meski diliputi rasa sakit luar biasa, Rodney ogah pasrah. Dia melawan dan mencoba melepaskan diri dari gigitan hiu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Mirror, lautan berubah merah. Para penyelam lain membantunya, membawa dia ke pinggir air. Langsung, dia bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan segera.
Yang membuat kisah Rodney lebih luar biasa adalah apa yang dilakukannya setelah itu. Alih-alih menjauh dari laut, ia malah mempelajari hiu. Pengalaman nyaris mati yang dialaminya memberinya perspektif baru dan ia mendedikasikan hidupnya untuk memahami makhluk ini.
Berbicara kepada Stories of the South, ia menceritakan bagaimana insiden mengerikan itu terjadi.
"Saya merasakan benturan keras dan terlempar ke dalam air. Saya pikir sebuah kapal selam telah menabrak saya, lalu saya menyadari saya dalam masalah besar. Pikiran pertama saya adalah 'matanya, saya harus mencungkil matanya' dan tampaknya ia melepaskan saya," kisah Rodney.
"Saya mencoba mendorongnya menjauh dan tangan saya masuk ke dalam mulutnya. Saya memeluknya erat-erat, tetapi tahu saya akan tenggelam jadi saya naik ke permukaan," sambungnya.
Rodney digigit hiu putih hingga membutuhkan 462 jahitan. Foto: Getty Images via Mirror |
Saat ini, Rodney dikenal sebagai pahlawan dan pelopor dalam konservasi hiu. Ia menciptakan satu-satunya pengalaman sangkar hiu di dasar laut di dunia yakni Rodney Fox Shark Expeditions. Pada tahun 2001, ia mendirikan Fox Shark Research Foundation dengan tujuan mendidik masyarakat tentang hiu.
"Hiu tidak selalu seburuk itu, kita jarang berhadapan dengan mereka dan kita harus menjaga semua ikan kita, terutama hiu putih besar," ujarnya.
Rodney bahkan bekerja sebagai konsultan dalam film ikonik, Jaws, dan memiliki koleksi memorabilia pribadi yang sangat besar -- termasuk sangkar yang digunakan dalam film dan gigi hiu prasejarah. Rodney dan putranya, Andrew, terus menjalankan ekspedisi dan sangat bersemangat dalam penelitian.
"Ketika Anda melihat seekor hiu mendekati Anda, itu membuat Anda terengah-engah. Anda menatap mata salah satu makhluk di dunia yang sangat sedikit orang pernah lihat. Tidak ada yang bisa menghilangkan perasaan melihat hiu pertama Anda," tutupnya.
(ask/ask)
