Leica Leitzphone powered by Xiaomi resmi dirilis berbarengan dengan seri Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Smartphone ini langsung menjadi sorotan karena mengusung branding Leica yang kuat dan fokus pada fotografi mobile premium.
"Leica membawa optik, ilmu warna, desain, dan filosofi citra, sementara Xiaomi menyumbang performa, pemrosesan, dan efisiensi. Hasilnya adalah perangkat yang lebih mendekati pengalaman kamera Leica sejati di format mobile," ujar Mattias Harsch CEO Leica Camera AG saat acara peluncuran.
Namun timbul pertanyaan apa bedanya Leica Leitzphone ini dengan Xiaomi 17 Ultra?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keistimewaan Leica Leitzphone
Harsch menjelaskan, sejak awal Leica tidak pernah memandang mobile photography sebagai ancaman bagi bisnis kamera tradisionalnya. Sebaliknya, Leica melihat smartphone sebagai perpanjangan dari cara manusia mengalami fotografi.
"Ketika saya mulai di Leica, banyak yang bilang smartphone akan membunuh bisnis kamera. Sama sekali tidak. Kami melihatnya sebagai ekstensi," kata Harsch.
Mattias Harsch CEO Leica Camera AG umumkan Leica Leitzphone Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Leica kemudian membangun tim R&D mobile imaging sendiri, mengembangkan algoritma pencitraan, serta menyuntikkan filosofi warna dan karakter optiknya ke dalam perangkat mobile.
Hasilnya adalah Leica Leitzphone-yang menurut Harsch bukan sekadar smartphone berlogo merah.
Berbeda dari pendekatan flagship Android kebanyakan yang menonjolkan daftar spesifikasi panjang, Leica menekankan desain yang minimalis dan berorientasi niat.
"Titik merah itu bukan ornamen. Itu simbol kepengarangan Leica," tegas Harsch.
Desain Leitzphone mengikuti prinsip reduksi: setiap elemen harus punya tujuan. UI dibuat langsung oleh tim Leica dengan pendekatan yang tenang, intuitif, dan bebas distraksi, mendekati pengalaman menggunakan kamera Leica klasik.
Xiaomi 17 Ultra Leica Leitzphone Foto: Virgina Lauita Putri/detikINET |
Salah satu fitur yang paling dibanggakan adalah cincin kamera mekanis. "Ini sangat istimewa dan saya bangga pada tim yang mengembangkannya," ujar Harsch.
Cincin tersebut memungkinkan pengguna mengontrol zoom, eksposur, ISO, hingga shutter speed secara fisik-menghadirkan sensasi kamera sungguhan di dunia mobile. Pendekatan ini jelas berbeda dari Xiaomi 17 Ultra yang mengandalkan kontrol sentuh berbasis software.
Di Leitzphone, pengalaman tactile menjadi bagian dari proses kreatif. Leica ingin fotografer "merasakan" gambar, bukan hanya mengetuk layar.
Leica Leitzphone bawa Essential Mode Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Leitzphone juga menghadirkan "Mode Essential" yang memungkinkan pengguna memilih karakter visual lensa Leica klasik dari berbagai era-mulai 50 hingga 100 tahun lalu.
Pendekatan ini menekankan interpretasi estetika, bukan sekadar simulasi filter. Leica membawa warisan desain lensa legendarisnya ke ranah digital, memperluas eksplorasi kreatif pengguna.
Spesifikasi dan Harga
Spesifikasi Leica Leitzphone Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Secara spesifikasi, Leica Leitzphone tak ada bedanya dengan Xiaomi 17 Ultra.
"Selain desain, pengalaman, dan pencitraan khas Leica, perangkat ini didukung oleh fondasi teknologi mobile mutakhir dari Xiaomi. Memiliki spesifikasi inti dan fitur yang sama dengan Xiaomi 17 Ultra," terang TJ Walton, Senior Product Marketing Manager International Communications Xiaomi.
Untuk harga, Leica Light Phone akan tersedia dengan harga 1.999 Euro atau kisaran Rp 39 juta. HP ini akan dijual di pasar tertentu seluruh dunia.
(afr/afr)





