Siaran TV Analog Dimatikan, Ini Manfaat Bagi Masyarakat Saat TV Digital Mengudara

Siaran TV Analog Dimatikan, Ini Manfaat Bagi Masyarakat Saat TV Digital Mengudara

ADVERTISEMENT

Siaran TV Analog Dimatikan, Ini Manfaat Bagi Masyarakat Saat TV Digital Mengudara

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 23 Okt 2022 17:15 WIB
Perbandingan TV digital dan analog
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Siaran TV analog akan dimatikan dan digantikan TV digital, tepat pada pukul 24.00 WIB pada Rabu, 2 November 2022 mendatang. Masyarakat diimbau untuk segera beralih sebelum layar TV analog di rumah kalian mati.

Pada tanggal tersebut merupakan batas akhir dari migrasi TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) yang saat ini sedang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama penyelenggara multipleksing (mux). Adapun pelaksaan ASO itu sendiri mengacu amanat Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

"Karena ini amanat UU, maka tidak ada pilihan lain selain diimplementasikan dengan semua konsekuensi," tegas Menkominfo Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Minggu (23/10/2022).

Sebagai informasi, ASO adalah bagian dari penataan frekuensi emas (golden frequency) di pita frekuensi 700 MHz, yang mana diketahui bahwa sumber daya frekuensi itu bernilai tinggi namun terbatas. ASO atau peralihan dari sistem penyiaran analog ke sistem penyiaran digital menghasilkan penghematan frekuensi.

Dengan dialihkannya siaran TV analog ke TV digital, manfaat yang dirasakan masyarakat seperti perluasan akses internet di wilayah blank spot, dan peningkatan internet kecepatan tinggi 5G. Disampaikan Kominfo, hal itu seiring mendukung kesiapan Indonesia masuk ke era ekonomi digital.

Selain itu, manfaat langsung terasa oleh masyarakat, mulai dari tersedianya komunikasi untuk kebencanaan, hingga terciptanya layanan internet cepat yang lebih merata di Indonesia. Dengan siaran TV digital, masyarakat pasti mendapatkan tayangan yang bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya.

Keunggulan siaran TV digital itu tidak berarti kalian jadi harus merogoh kocek tambahan. Kominfo mengatakan siaran digital ini dapat dinikmati secara gratis, tanpa perlu kuota internet maupun biaya bulanann lainnya seperti halnya langganan TV kabel.

Terus, kalau siaran TV Analog nya mati, bagaimana agar bisa menonton siaran TV favorit? Kan sebentar lagi ada Piala Dunia 2022. Nah, bagi yang TV-nya sudah digital tinggal pindai (scan) ulang program. Lalu, pilih DTV (Digital TV). Nanti otomatis sudah bisa langsung nangkap siaran TV Digital.

Kalau masih TV analog, yang mana biasanya model tabung atau layar datar tetapi teknologi masih analog, perlu menambahkan Set Top Box (STB)/Decoder. STB adalah alat pengubah gelombang siaran TV Digital sehingga bisa terbaca TV Analog.

Adapun set top box ini mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribuan. Kalau sebatas bisa membuat TV Analog di rumah bisa menayangkan siaran program televisi, Kominfo mengatakan cukup STB yang harga Rp 150 ribuan saja yang tersedia di toko online atau toko elektronik di sekitar tempat tinggal.

Kominfo juga mengingatkan diimbau untuk membeli set top box tersertifikasi Kominfo yang mana saat ini ada 70 unit. Ciri-ciri perangkat resmi itu ada tulisan siap digital, atau gambar MODI. Dengan set top box yang yang bersertifikasi jadi jaminan bahwa semua fitur berjalan alias tidak zonk.

Ada juga bantuan set top box TV digital gratis sedang dilakukan distribusi hanya untuk rumah tangga miskin ekstrem. Bantuan ini diberikan oleh 11 stasiun TV Swasta yang menjadi penyelenggara multiplexing (MUX). Bila ada kekurangan, pemerintah, dalam hal ini Kominfo melengkapinya. Lalu, penerima bantuan sudah ditentukan berdasarkan data yang sudah divalidasi dan diverifikasi setiap pemerintah daerah. Jadi tidak ada pendaftaran.



Simak Video "Mahfud Md Sampaikan Daftar Stasiun TV yang Masih Bandel Siaran Analog"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT