Elon Musk Minta Pengadilan Tolak Permintaan Twitter

ADVERTISEMENT

Elon Musk Minta Pengadilan Tolak Permintaan Twitter

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 16 Jul 2022 21:00 WIB
Ilustrasi Twitter
Aplikasi Twitter. Foto: Associated Press
Jakarta -

Twitter resmi menggugat Elon Musk di pengadilan Delaware, agar orang terkaya di dunia itu mematuhi kesepakatan akuisisi yang hendak ia batalkan. Twitter ingin sidang segera digelar dan tim hukum Elon Musk meminta pengadilan menolak permintaan itu.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, tim Elon Musk ingin lebih lama mempersiapkan diri untuk menghadapi sidang. Bahkan menurut mereka, sidang seharusnya baru digelar tahun depan pada sekitar bulan Februari.

Adapun Twitter meminta sidang dilakukan pada bulan September mendatang. Pengacara Elon Musk menilai permintaan Twitter untuk cepat-cepat sidang adalah taktik mereka setelah beberapa bulan memberi informasi yang membingungkan.

"Ini adalah taktik terkini dari Twitter untuk menyelubungi kebenaran mengenai akun spam," sebut pengacara Elon Musk. Sidang yang dipercepat menurut mereka adalah cara untuk mengelabui masalah yang terjadi terkait akun spam.

Seperti diketahui, Elon Musk membatalkan pembelian Twitter karena menilai mereka tidak jujur mengenai jumlah akun palsu yang merebak di situsnya yang diiklaim hanya sekitar 5%.

Gugatan Twitter sendiri diajukan di Delaware Court of Chancery pada hari Selasa (12/7/2022) waktu setempat. Tim pengacara Twitter mengatakan mereka berusaha untuk mencegah Musk melakukan pelanggaran perjanjian, dan untuk "memaksa merampungkan merger setelah memenuhi beberapa kondisi yang belum diselesaikan."

"Pada April 2022, Elon Musk menandatangani perjanjian merger yang mengikat dengan Twitter, berjanji untuk menggunakan upaya terbaiknya untuk menyelesaikan kesepakatan. Sekarang, kurang dari tiga bulan kemudian, Musk menolak untuk menghormati kewajibannya kepada Twitter dan pemegang saham karena kesepakatan yang dia tandatangani tidak lagi melayani kepentingan pribadinya," demikian isi gugatan yang dilansir dari CNN.



Simak Video "Twitter Sebut Elon Musk Sengaja Langgar Perjanjian"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT