8 Kemungkinan Hasil Duel Elon Musk Vs Twitter di Pengadilan

ADVERTISEMENT

8 Kemungkinan Hasil Duel Elon Musk Vs Twitter di Pengadilan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 12 Jul 2022 20:14 WIB
Elon Musk
Elon Musk tarung lawan Twitter. Foto: Associated Press
Jakarta -

Elon Musk dan Twitter siap bertarung di pengadilan. Itu setelah Elon Musk mengumumkan batal membeli Twitter, yang dianggap telah mencederai kesepakatan dan mungkin akan diselesaikan lewat pengadilan.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, Selasa (12/7/2022) inilah 8 kemungkinan akhir dari saga Elon Musk melawan Twitter:

1. Elon Musk membayar denda USD 1 miliar

Secara teori, ini jalan damai paling mudah. Elon Musk sudah setuju membayar denda USD 1 miliar jika batal membeli Twitter dan tidak ada gugatan hukum. Namun Twitter tampaknya tidak akan membiarkan Elon Musk begitu saja.

Terlebih harga saham Twitter anjlok semenjak setuju diakuisisi Elon Musk dan berpotensi terus turun jika Elon dibiarkan membatalkan pembelian. Saat ini, saham Twitter di kisaran USD 36, sementara Elon setuju membeli Twitter dengan harga USD 54,20 per saham.

2. Twitter menang di pengadilan

Twitter bisa saja menang di pengadilan dan Elon Musk dipaksa hakim membelinya sesuai kesepakatan. Ini pernah terjadi sebelumnya tahun 2001, saat pengadilan Delaware memaksa Tyson Foods membeli IBP Inc sesuai kesepakatan.

Tyson mencoba membatalkan pembelian setelah performa keuangan kedua perusahaan menurun, mirip seperti yang terjadi pada Elon Musk dan Twitter. Tyson Foods akhirnya mengakuisisi IBP sesuai harga yang disepakati di awal.

3. Twitter menang di pengadilan, Elon Musk bayar denda

Bisa saja Twitter menang di pengadilan, tapi tidak memaksa Elon Musk membelinya melainkan membayar sejumlah denda. Sebab, jika Elon Musk tidak ingin membeli Twitter tapi dipaksa, mungkin permasalahan akan jauh lebih rumit dan Elon mengerahkan segala cara untuk membatalkannya.

4. Elon Musk damai dengan Twitter

Elon Musk setuju membayar denda tidak hanya USD 1 miliar, tapi lebih banyak lagi untuk berdamai dengan Twitter. Mungkin pihak Twitter menilai lebih baik mendapat uang yang cukup besar daripada menghadapi proses pengadilan yang sangat rumit.

Halaman selanjutnya, Elon Musk menang di pengadilan>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT