Diancam ke Pengadilan, Elon Musk Ledek Twitter Pakai Meme

ADVERTISEMENT

Diancam ke Pengadilan, Elon Musk Ledek Twitter Pakai Meme

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 12 Jul 2022 10:52 WIB
CEO, and chief engineer at SpaceX, Elon Musk and his mother, supermodel Maye Musk, arrive for the 2022 Met Gala at the Metropolitan Museum of Art on May 2, 2022, in New York. - The Gala raises money for the Metropolitan Museum of Arts Costume Institute. The Galas 2022 theme is
Elon Musk meledek Twitter usai diancam ke pengadilan (Foto: AFP/ANGELA WEISS)
Jakarta -

Elon Musk diancam ke pengadilan buntut keputusannya membatalkan pembelian Twitter. CEO SpaceX itu meledek dengan meme.

Sebelumnya, Twitter tidak terima Elon Musk batal membeli perusahaannya senilai USD 44 miliar. Mereka telah menyewa pengacara top untuk melawan Elon di pengadilan. Elon Musk pun sudah menyiapkan pengacara tandingan.

Elon Musk menuduh Twitter melanggar perjanjian merger karena tidak menyediakan informasi data yang cukup mengenai jumlah akun palsu atau spam. Twitter dipastikan akan menggugat Elon Musk agar mematuhi kesepakatan akuisisi.

Lantas, apa reaksi Elon Musk? Dia membalas Twitter dengan meme ledekan dalam postingan Twitter.

Seperti dilihat detikINET, Selasa (12/7/2022) Elon membuat meme dengan wajah dirinya sendiri. Tweet ini mendapat 1 juta like, 120 ribu retweet dan 15.400 quote tweet.

"Mereka bilang saya tidak bisa beli Twitter. Lalu mereka tidak mau buka info bot. Sekarang mereka mau paksa saya beli Twitter di pengadilan. Sekarang mereka harus buka info bot di pengadilan," kata Elon dengan aneka wajah tertawa.

Reaksi netizen beragam. Ada yang menganggap Elon lucu karena men-troll Twitter lewat postingan di Twitter. Ada yang mengkritik juga sikap main-main Elon Musk. Banyak netizen menilai Elo terlalu banyak sensasi.

Sebelumnya dilaporkan oleh Bloomberg, Twitter telah menyewa biro hukum top yang menangani soal merger perusahaan. Gugatan Twitter kemungkinan akan didaftarkan beberapa hari lagi ke Delaware Chancery Court.

Biro hukum dimaksud adalah Wachtell, Lipton, Rosen & Katz. Disebutkan bahwa mereka sudah berpengalaman menangani kasus hukum yang paling rumit sekalipun di Amerika Serikat.

Pakar hukum menyebut keinginan Elon Musk membatalkan pembelian Twitter tidak akan berjalan mudah. Bahkan dia akan menghadapi pertarungan panjang di pengadilan, mungkin berbulan-bulan atau bahkan lebih.



Simak Video "Twitter Sebut Elon Musk Sengaja Langgar Perjanjian"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT