Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bangun + Bergerak, Aplikasi Alarm Anti Tunda Cocok untuk Sahur Ramadan

Bangun + Bergerak, Aplikasi Alarm Anti Tunda Cocok untuk Sahur Ramadan


Adi Fida Rahman - detikInet

Aplikasi Bangun + Bergerak
Bangun + Bergerak, Aplikasi Alarm Anti Tunda Cocok untuk Sahur Ramadan Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Bangun pagi kerap menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit orang yang memasang beberapa alarm sekaligus, namun tetap terlewat atau justru mengganggu pasangan dan keluarga.

Berangkat dari persoalan pribadi tersebut, pengembang aplikasi bernama Case Lewis menghadirkan solusi unik melalui aplikasi Bangun + Bergerak, alarm yang hanya bisa dimatikan dengan berjalan kaki. Cocok digunakan untuk kamu yang sering sulit bangun sahur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ide Awal

Case mengungkapkan, ide aplikasi Bangun + Bergerak lahir dari kebutuhannya sendiri. Ia mengaku sering kesulitan bangun pagi hingga harus memasang tiga alarm berbeda di ponselnya. Kebiasaan itu bahkan membuat istrinya terganggu.

"Saya ingin alarm yang tidak berhenti sampai saya benar-benar bangun dari tempat tidur dan berjalan ke dapur untuk membuat kopi," ujarnya saat dihubungi detikINET.

Kini, kebiasaan bangun paginya berubah total. Ia selalu bangun tepat waktu dan bahkan sempat menyiapkan secangkir kopi untuk istrinya.

"Kunci pagi yang produktif adalah memulainya tepat waktu. Saya biasa memulai hari dengan secangkir kopi sambil merencanakan target harian. Ketika bangun terlambat, peluang gangguan dan keadaan darurat meningkat," ungkap Case.

Konsep inilah relevan bagi umat Muslim yang membutuhkan alarm andal untuk bangun sahur selama Ramadan.

"Dengan Bangun + Bergerak, tidak ada tombol tunda. Satu-satunya cara menghentikan alarm adalah bangun dan memulai hari," ujar Case.

Aplikasi Bangun + BergerakAplikasi Bangun + Bergerak Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Wajib 20 Langkah untuk Matikan Alarm

Berbeda dari alarm biasa yang bisa dimatikan dengan satu sentuhan atau tombol tunda (snooze), Bangun + Bergerak tidak menyediakan opsi tersebut. Sistemnya memanfaatkan pedometer bawaan iPhone untuk menghitung langkah pengguna.

Ketika alarm berbunyi, aplikasi akan mendeteksi jumlah langkah melalui sensor gerak. Alarm baru berhenti setelah pengguna berjalan minimal 20 langkah sejak alarm aktif. "Saya memilih berjalan karena itu benar-benar membuat tubuh bangun. Jika hanya menyelesaikan teka-teki di ponsel sambil berbaring, saya bisa kembali tidur," jelas Case.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk sahur, karena pengguna dipaksa bangun dari kasur dan bergerak ke dapur atau kamar mandi, sehingga risiko tertidur kembali bisa diminimalkan.

Salah satu fitur penting aplikasi Bangun + Bergerak adalah penggunaan izin Peringatan Kritis (Critical Alerts). Fitur tersebut memungkinkan alarm tetap berbunyi meskipun ponsel dalam mode senyap dan layar terkunci. Bahkan, jika pengguna mencoba menutup aplikasi secara manual, sistem akan memicu alarm cadangan.

Dengan kata lain, satu-satunya cara mematikan alarm adalah benar-benar bangun dan berjalan. Fitur ini sangat relevan selama Ramadan, ketika banyak orang sengaja mengaktifkan mode senyap pada malam hari namun tetap harus bangun sahur tepat waktu.

Tanpa Langganan dan Iklan

Aplikasi Bangun + Bergerak Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Di tengah meningkatnya kekhawatiran soal privasi digital, Bangun + Bergerak diklaim tidak mengumpulkan data pengguna sama sekali. Aplikasi ini sepenuhnya mengandalkan pedometer iPhone tanpa menggunakan GPS atau pelacakan lokasi.

"Tidak ada data yang dikumpulkan atau dikirim ke server eksternal. Semua pengaturan alarm disimpan di perangkat pengguna," tegas Case. Komitmen ini ia anggap lebih penting dibandingkan mengumpulkan metrik atau data analitik.

Meski ada kemungkinan pengguna "mengelabui" sistem dengan mengayunkan tangan untuk meniru langkah, Case menilai usaha tersebut tetap membutuhkan gerakan fisik yang cukup untuk membangunkan tubuh.

Berbeda dari banyak aplikasi alarm premium yang menerapkan model langganan bulanan, Bangun + Bergerak menggunakan skema pembelian satu kali. Setelah dibeli, aplikasi bisa digunakan selamanya tanpa biaya tambahan dan tanpa iklan.

Case secara terbuka menyatakan dirinya kurang menyukai model software-as-a-service yang mengharuskan pengguna membayar terus-menerus. Strategi keberlanjutannya didukung oleh fakta bahwa ia merupakan pengembang tunggal dengan biaya operasional rendah.

Ia juga memastikan aplikasi tetap kompatibel dengan iPhone lama, bahkan yang menjalankan iOS 16.4, meski iOS terbaru saat ini sudah mencapai versi 26. Tantangan teknis terbesarnya adalah menjaga aplikasi tetap berjalan di latar belakang dalam berbagai kondisi perangkat.

Ke depan, Case berencana menambahkan teka-teki dan tema baru dalam aplikasi. Namun satu hal yang ia pastikan.

"Aplikasi ini akan tetap menjadi pembelian satu kali permanen dan tidak akan pernah menampilkan iklan," pungkasnya.

Bangun + Bergerak dapat didownload di App Store dengan klik di sini.




(afr/afr)






Hide Ads