Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jasa Guru Hacker Solo yang Tembus Konferensi Internasional

Jasa Guru Hacker Solo yang Tembus Konferensi Internasional


Aisyah Kamaliah - detikInet

Bayu Fedra Abdullah hacker asal Solo.
Bayu Fedra Abdullah hacker asal Solo. Foto: Dok. Fedra
Jakarta -

Bayu Fedra Abdullah (25) baru saja pulang dari konferensi internasional BlackHat MEA dan Europe. Tampil di ajang bergengsi, Fedra memamerkan karya hasil risetnya yakni Internet Protocol Threat Intelligence (IPTI) dan Most Basic Penetration Testing Labs (MBPTL).

Sukses mengharumkan Tanah Air, Fedra mengenang perjalanannya belajar dunia cyber security. Menurut pengakuan Fedra, justru ia tidak pandai IT saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Terus, tiba-tiba aku waktu itu tuh SMK masuk TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) karena awalnya itu ikut-ikut temanku, lah. Cuman, temanku nggak masuk ke situ sih, akhirnya," kisahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Awalnya, Fedra bahkan belum punya laptop sendiri. Kelar satu semester, barulah dia membeli sebuah notebook kecil.

"Waktu itu aku kayak mikir, "Aku harus belajar apa nih?" biar bisa jadi sesuatu. Awalnya itu aku belajar desain dulu, cuma waktu itu aku ngerasa banyak aplikasi yang bisa ngedesain otomatis," ujarnya.

"Terus, karena waktu itu juga laptopku nggak bisa dipakai buat main game. Yaudah, aku nyari hiburan lain, terus belajar hal lain. Waktu itu aku belajar jaringan, pemerograman sama tiba-tiba iseng belajar hacking-hacking gitu," sambungnya.

Dari sana, dia mendapat informasi untuk mempelajari Linux, jaringan, dan pemrogaman. Makin suka, Fedra ikut nimbrung di berbagai komunitas di internet.

Guru-guru berjasa yang tak terlupakan

Fedra ingat betul, suatu hari ada kompetisi hacking internal di SMK tempatnya menimba ilmu. Memang saat itu Fedra sudah giat belajar, namun ia tahu bahwa ia belum begitu terarah. Di sana, gurunya yang bernama Andi Novianto mendorongnya berkembang.

"Sebenernya ada satu guru di SMK aku yang berjasa banget. Dia tuh bikin event hacking, kompetisi hacking internal di SMK. Terus ya, aku iseng ikut itu. Terus, akhirnya ya waktu itu aku belum bisa banyak dan belum bisa apa-apa. Cuman dari situ, guruku tahu kalau aku ada minat ke situ,"

Tahun depannya, Fedra kembali ikut kompetisi hacking. Gurunya itu mendorong ia agar ikutan kompetisi ketahanan siber yang diadakan oleh Kementerian Pertahanan. Waktu itu, Fedra langsung menyabet juara satu.

"Angkatanku itu nggak wajib, karena waktu itu aku masih kelas satu atau kelas dua SMK," tutur Fedra.

"Yang wajib ikut itu cuma kelas tiga gitu. Cuma guruku udah tahu kalau aku ada minat. Terus dari situ juara, terus diajakin projekan audit keamanan sama guruku SMK tadi. Terus aku coba makin banyak kenalan di komunitas," kenangnya.

Dari sana, Fedra semakin ikut kompetisi dan kenal banyak orang. Salah satu dosen yang berjasa juga ia sebut ialah Yusuf Sulistyo Nugroho.

"Yang ngenalin aku ke 'luar negeri' pertama tuh dosenku di kampus, waktu itu aku dikirim buat jadi intern research student di Jepang. Nama dosennya Pak Yusuf," ungkapnya.

Kini, Fedra sudah bekerja di dunia teknologi selama delapan tahun lamanya. Pengalamannya belajar dari orang-orang berjasa seperti para guru mengingatkannya untuk tetap ingat 'kulit' dan rendah hati meski prestasi kian meroket.




(ask/ask)







Hide Ads