Kutub magnet Matahari berbalik, dan prosesnya sangat kompleks. Fenomena unik ini adalah bagian dari siklus aktivitas Matahari yang berlangsung sekitar 11 tahun dan mencerminkan dinamika medan magnet bintang besar tersebut.
Setiap sekitar satu dekade, kutub magnet utara dan selatan Matahari bertukar tempat secara magnetik, sebuah proses yang disebut magnetic polarity reversal atau pembalikan kutub magnet. Pembalikan ini merupakan bagian dari puncak siklus aktivitas Matahari, yaitu fase ketika jumlah bintik Matahari dan ledakan magnetik lainnya mencapai titik maksimum.
Menurut peneliti, dinamika ini tidaklah sederhana. Proses pembalikan bukanlah sesaat, melainkan berlangsung bertahap dan melibatkan perubahan medan magnet di seluruh permukaan Matahari. Pola plasma dan bintik-bintik magnetik naik dari kedalaman kemudian bergerak ke kutub, dan pada akhirnya menggantikan medan magnet lama dengan medan baru yang berlawanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perubahan medan magnet Matahari bukanlah proses instan, itu adalah bagian dari siklus magnetik kompleks yang berlangsung bertahun-tahun," kata James Felton, penulis artikel yang meliput fenomena ini, dikutip dari IFL Science.
Proses pembalikan ini, meski terjadi jauh di atas kita, merupakan pertanda dari fase puncak siklus Matahari yang juga berkaitan dengan intensitas aktivitas magnetik seperti flare dan coronal mass ejections (CME).
Fase puncak tersebut dapat memengaruhi kondisi ruang angkasa di sekitar Bumi, termasuk gangguan pada satelit, komunikasi radio, dan fenomena aurora yang indah di langit kutub.
Para ilmuwan terus memantau perubahan ini melalui misi dan observatorium yang dirancang khusus untuk melihat medan magnet dan aktivitas Matahari, karena memahami bagaimana pembalikan magnet bekerja bisa membantu meningkatkan prediksi cuaca antariksa dan meminimalkan dampaknya pada teknologi di Bumi.
(rns/rns)