Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ilmuwan Temukan Galaksi yang Diduga Menyimpan Sejarah Alam Semesta

Ilmuwan Temukan Galaksi yang Diduga Menyimpan Sejarah Alam Semesta


Panji Saputro - detikInet

Para astronom menemukan sesuatu yang mereka sebut sebagai protocluster galaksi. Menurut mereka, hal ini menyimpan petunjuk yang sangat penting tentang sejarang alam semesta.
Foto: X-ray: NASA/CXC/CfA/Á BogdÑn; Infrared: NASA/ESA/CSA/STScI; Image Processing: NASA/CXC/SAO/P. Edmonds and L. Frattare
Jakarta -

Para astronom menemukan sesuatu yang mereka sebut sebagai protocluster galaksi. Menurut mereka, hal ini menyimpan petunjuk yang sangat penting tentang sejarang alam semesta.

Protocluster ini dijuluki JADES-ID1 dan terletak 12,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Struktur awal pembentukan alam semesta ini digambarkan sebagai kumpulan titik dan bintik bercahaya yang tertanam di dalam awan biru berukuran raksasa.

Protocluster merupakan sebuah gugus galaksi yang masih dalam tahap awal pembentukan. Di sini, menjadi tempat berkumpulnya galaksi muda yang ditarik oleh gravitasi dan mengandung gas panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dalam protocluster, sejumlah galaksi tidak terikat seperti pada gugus galaksi yang sudah matang. Selain itu, gas panas di sekitarnya biasanya membuat gugus mudah terlihat, belum cukup berkembang untuk memancarkan sinar-X yang dapat dideteksi.

Para ilmuwan menemukan JADES-ID1 menggunakan dua teleskop canggih, Chandra X-ray Observatory and the James Webb Space Telescope (JWST). Inframerah JWST berhasil mendeteksi 66 galaksi yang disatukan oleh gravitasi di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

JADES-ID1 memiliki massa yang cukup untuk memanaskan gas di sekitarnya hingga suhu yang sangat tinggi, sehingga Chandra mendeteksi emisi sinar-X dari awan besar gas panas yang berisi semua galaksi ini. Hal itu memberikan bukti bahwa galaksi-galaksi ini merupakan bagian dari satu entitas tunggal.

Teka-teki sebenarnya seputar penemuan ini adalah posisinya dalam garis waktu sejarah alam semesta. Para astronom menemukan JADES-ID1 memiliki massa 20 triliun matahari dan membentang sekitar 1,1 juta tahun cahaya.

Sebagian besar model alam semesta memprediksi bahwa protocluster sebesar ini seharusnya tidak terbentuk hingga antara dua dan tiga miliar tahun setelah Big Bang. Namun yang mengejutkan, JADES-ID1 diperkirakan telah ada ketika alam semesta baru berusia sekitar satu miliar tahun.

"Ini mungkin protocluster terjauh yang pernah terkonfirmasi," kata penulis utama studi, Akos Bogdan, dari Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics (CfA), dilansir Live Science, Senin (16/2/2026).

Lalu dalam sebuah pernyataan di situs resmi NASA, JADES-ID1 memberikan bukti baru bahwa alam semesta sangat terburu-buru untuk tumbuh dewasa. Para astronom pun kini penasaran bagaimana protocluster ini terbentuk begitu cepat.




(hps/vmp)







Hide Ads