Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Platform Video AI China Seedance Tunduk setelah Digertak Hollywood

Platform Video AI China Seedance Tunduk setelah Digertak Hollywood


Virgina Maulita Putri - detikInet

Hasil Seedance 2.0
Foto: Screenshot detikINET
Jakarta -

Seedance 2.0, model AI video generator buatan ByteDance, belum lama ini viral dan mencuri perhatian Hollywood karena dapat membuat video super realistis. Kini kemampuannya dibatasi karena dituduh melanggar hak cipta oleh sejumlah raksasa industri hiburan.

Model AI terbaru dari ByteDance ini memungkinkan pengguna membuat video ultra realistis hanya berdasarkan teks. Namun, sejumlah video viral yang diunggah di media sosial menunjukkan karakter dan wajah mirip selebriti yang dilindungi hak cipta, sehingga memunculkan pertanyaan terkait hak kekayaan intelektual.

ByteDance mengatakan pihaknya akan memperkuat safeguard atau perlindungan untuk memastikan video yang dihasilkan Seedance 2.0 tidak melanggar hak cipta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"ByteDance menghormati hak kekayaan intelektual dan kami telah mendengar kekhawatiran terkait Seedance 2.0," kata juru bicara ByteDance dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari CNBC, Senin (16/2/2026).

"Kami mengambil langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan yang ada saat ini untuk mencegah penggunaan hak kekayaan inteletual dan kemiripan tanpa izin oleh pengguna," sambungnya.

Tanggapan ByteDance ini dikeluarkan setelah raksasa teknologi asal China itu menerima peringatan keras dari Motion Picture Association (MPA), asosiasi yang membawahi studio-studio besar di Hollywood termasuk Netflix, Disney, Sony, Universal, dan Warner Bros. Discovery.

Akhir pekan lalu, MPA mengeluarkan pernyataan publik yang isinya meminta ByteDance menghentikan apa yang mereka sebut sebagai "aktivitas pelanggaran hak cipta."

Tidak hanya itu, Disney juga mengirimkan surat peringatan kepada ByteDance yang menuduh induk TikTok itu mendistribusikan dan mereproduksi kekayaan intelektualnya menggunakan alat AI tanpa izin.

Surat peringatan itu menuduh ByteDance telah membekali Seedance dengan pustaka berisi karakter dengan hak cipta yang diperoleh secara tidak resmi alias bajakan, dan menggambarkannya seolah-olah karakter itu ada di domain publik.

Paramount Skydance, salah satu studio besar yang juga merupakan bagian dari MPA, juga mengirimkan surat peringatan kepada ByteDance dengan isi tuduhan yang sama.




(vmp/vmp)







Hide Ads