Dea OnlyFans Diciduk, Kominfo: Platform Sudah Diblokir Sejak 2010

Dea OnlyFans Diciduk, Kominfo: Platform Sudah Diblokir Sejak 2010

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 28 Mar 2022 09:50 WIB
Onlyfans
Foto: Onlyfans (Dana Aditiasari/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan platform OnlyFans sudah diblokir sejak satu dekade yang lalu.

Hal ini sekaligus menegaskan bahwa OnlyFans tidak bisa diakses oleh para pengguna internet yang berasal dari Indonesia.

"Kami telah melakukan pemutusan akses publik terhadap platform OnlyFans sejak tahun 2010," ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi kepada detikINET.

OnlyFans disebut berdiri sejak 2016. Terkait hal tersebut, Kominfo menyebutkan bahwa mereka telah mengidentifikasi domain onlyfans.com dan telah masuk dalam situs yang diputus aksesnya sejak 2010.

"Sejak teridentifikasi, nama domain tersebut mengalami berbagai macam perubahan status nama domain, seperti IP Address maupun kepemilikan," jelasnya,

Disampaikan oleh Dedy juga, Kominfo telah memblokir akses pengguna internet ke sejumlah platform yang berkaitan dengan OnlyFans tersebut.

"Juga pemutusan akses terhadap 10 situs terkait OnlyFans seperti pornonlyfans.com, onlyfansnudes.net, dan lainnya," ungkapnya.

OnlyFans kembali menjadi perbincangan para netizen usai sosok bernama Dea diciduk polisi terkait kasus pornografi.

Pada dasarnya, OnlyFans memberikan kebebasan kepada para kreatornya untuk membagikan foto maupun video mereka kepada fans mereka. Berbeda dengan media sosial lainnya yang gratis, OnlyFans merupakan platform berbayar.

Untuk mengakses OnlyFans juga tidak sembarang orang, mereka harus berumur 18 tahun. Meski bebas, platform yang dibentuk sejak 2016 ini pun mengatur soal menampilkan konten ketelanjangan.

Selain Dea, Siskaeee juga harus berurusan dengan polisi karena menampilkan konten pornografi dan menyebarluaskannya di OnlyFans dan menurut hukum Indonesia itu melanggar perundang-undangan.



Simak Video "Ngaku Hamil 5 Bulan, Dea Only Fans Minta Keringanan Hukum"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/vmp)