Daftar Isi
Teknologi yang dulu hanya terlihat di film fiksi ilmiah seperti Star Wars kini benar-benar digunakan di medan perang. Militer Amerika Serikat dilaporkan mengerahkan senjata laser berenergi tinggi untuk menghancurkan drone kamikaze Iran di udara.
Footage yang dirilis US Central Command (CENTCOM) memperlihatkan momen dramatis: sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS di lepas pantai Iran menembakkan sinar laser biru terang yang langsung membakar drone Shahed Iran di udara. Teknologi ini bukan lagi fiksi ilmiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senjata itu bernama HELIOS (High-Energy Laser with Integrated Optical Dazzler and Surveillance). Paling mengejutkan lagi biaya tembakannya.
Hanya sekitar USD 1 per shot dan hanya butuh listrik kapal. Bandingkan dengan rudal Patriot atau Standard Missile yang bisa mencapai jutaan dolar per unit. Inilah yang membuat HELIOS jadi game-changer di perang drone murah Iran.
Apa Itu HELIOS?
HELIOS adalah sistem senjata laser berdaya tinggi yang dikembangkan oleh Lockheed Martin. Dipasang di kapal perusak kelas Arleigh Burke seperti USS Preble, sistem ini memiliki daya antara 60 hingga 150 kW.
Dilansir dari Gulf News, HELIOS punya kemampuan:
- Menghancurkan drone dan rudal kecil dengan sinar laser terkonsentrasi
- Mode "dazzler" untuk menonaktifkan sensor dan elektronik target
- Waktu reaksi cepat - hanya butuh hitungan detik dari deteksi hingga penghancuran
Keunggulan lain dari senjata ini adalah tidak membutuhkan amunisi fisik. Selama kapal memiliki sumber listrik yang cukup, sistem laser bisa terus digunakan untuk menembak target.
Lockheed Martin baru-baru ini mengonfirmasi bahwa dalam pengujian pra-perang, HELIOS sukses menjatuhkan 4 drone sekaligus dalam sebuah demonstrasi di laut. Ini membuktikan bahwa teknologi laser kini siap tempur
Senjata laser HELIOS Foto: NY Times |
Drone Shahed Jadi Target Utama
Menurut laporan New York Post, HELIOS sudah dikerahkan sejak awal Operation Epic Fury (28 Februari 2026) dan kini aktif melindungi armada AS dari serbuan ratusan drone Iran setiap hari. Salah satu target utama sistem laser ini adalah drone Shahed milik Iran.
Drone ini dikenal luas sebagai drone kamikaze atau loitering munition yang dirancang untuk menabrak target dan meledak saat mencapai sasaran. Salah satu varian yang paling sering digunakan adalah Shahed-136 yang memiliki bentuk sayap delta khas dan mampu terbang ratusan kilometer sebelum menghantam target.
Biaya produksinya yang relatif murah diperkirakan hanya puluhan ribu dolar per unit. Karena murah, drone Shahed sering digunakan dalam jumlah besar untuk membanjiri sistem pertahanan udara lawan.
Serangan drone massal menjadi tantangan besar bagi sistem pertahanan udara modern.
Jika menggunakan rudal untuk menjatuhkan setiap drone, biaya yang dikeluarkan bisa sangat mahal. Di sinilah keunggulan senjata laser seperti HELIOS.
Biaya setiap tembakan laser hanya membutuhkan energi listrik dari kapal perang, sehingga jauh lebih murah dibandingkan peluncuran rudal. Kemampuannya pun efektif melucuti drone.
Terbukti, video CENTCOM yang beredar di X menunjukkan sinar laser biru menyala, mengunci target, lalu drone Shahed langsung terbakar dan jatuh ke laut.
(afr/afr)


