Kominfo Berangus 215 Binary Option Termasuk Binomo Indra Kenz

ADVERTISEMENT

Kominfo Berangus 215 Binary Option Termasuk Binomo Indra Kenz

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 22 Mar 2022 15:39 WIB
Binomo
Foto: Binomo (Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Website atau platform investasi ilegal terus diburu pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bahkan rajin memblokir sejak tahun 2016.

"Investasi ilegal, binary option, kami secara aktif telah melakukan pemutusan akses, website, atau take down konten yang melanggar perundang-undangan selama 2016 sampai 2022," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam Raker dengan Komisi I DPR, Selasa (22/3/2022).

Kategori pialang pialang atau perdagangan berjangka ilegal telah dilakukan take down 967 konten. Lalu, pada kategori investasi ilegal telah dilakukan take down 867 konten. Kemudian pada kategori forex exchange ilegal telah dilakukan take down 1.167 konten.

Salah satu jenis investasi ilegal, seperti binary option, tak luput diincar Kominfo. Binomo contohnya yang mana Indra Kenz jadi afiliatornya, juga diblokir oleh Kominfo.

"Pada kategori binary option, seperti Binomo, sebanyak 215 sudah dilakukan take down," ungkapnya.

Menkominfo menyebutkan dilakukan pemutusan akses oleh Kominfo ini berdasarkan rekomendasi kementerian lembaga yang memiliki otoritas, seperti lembaga jasa keuangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

"Selanjutnya pencegahan dengan melakukan rutin pengaisan atau crawling untuk mencari pinjol yang diduga ilegal yang kemudian diteruskan ke OJK untuk diverifikasi apakah legal atau ilegal," jelasnya.

Namun pemutusan akses alias blokir konten atau website tersebut bukan satu-satunya cara mengatasi keberadaan investasi ilegal di internet. Sebab, dikatakan Menkominfo, untuk memberantas hal itu mesti dilakukan secara bersama-sama yang juga dibekali pengetahuan masyarakat agar tidak terjebak akan investasi ilegal ini.

"Upaya literasi digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bertransaksi di ruang digital pun terus dilakukan, bersamaan semua aspek. Hal ini mengingat pemutusan akses bukan satu-satunya solusi mengatasi permasalahan ini. Literasi digital, penanganan konten, dan penegakan hukum perlu dilakukan bersama-sama dengan dukungan masyarakat luas," tuturnya.

Lihat juga video 'Rudy Salim Jelaskan Awal Perkenalannya dengan Indra Kenz':

[Gambas:Video 20detik]



(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT