Suntik Mati TV Analog, Asosiasi TV: Jangan Bebankan Subsidi Terlalu Berat

Suntik Mati TV Analog, Asosiasi TV: Jangan Bebankan Subsidi Terlalu Berat

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 06 Agu 2021 20:15 WIB
LAS VEGAS, NV - JANUARY 09: The DISH Hopper HD DVR system, including a pair of companion Joey set-top boxes, are displayed during a press event at The Venetian for the 2012 International Consumer Electronics Show (CES) January 9, 2012 in Las Vegas, Nevada. The unit comes with a 2 TB hard drive and can record up to six TV shows at once and can display up to four different shows in four different rooms in a home at the same time. CES, the worlds largest annual consumer technology trade show, runs from January 10-13 and is expected to feature 2,700 exhibitors showing off their latest products and services to about 140,000 attendees.   Ethan Miller/Getty Images/AFP (Photo by Ethan Miller / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Foto: Getty Images via AFP/ETHAN MILLER
Jakarta -

Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) mengungkapkan kesiapannya dalam penggelaran siaran TV digital yang saat ini sedang berlangsung.

Ketua Umum ATVSI Syafril Nasution mengatakakan pada umumnya, anggota stasiun TV yang bergabung di ATVSI menyatakan dukungan penuh, termasuk turut menyoalisasikan Analog Switch Off (ASO).

"Siaran digital itu memberikan gambar, suara yang lebih bersih tanpa harus membayar apapun. Bahkan untuk sosialisasi di beberapa stasiun televisi ada yang datang langsung ke masyarakat mengenai siaran digital," kata Syafril webinar mengenai siaran digital, Jumat (6/8/2021).

"Apapun itu, keputusan pemerintah harus kita dukung sekalipun berat," sambungnya.

ATVSI berharap dalam proses migrasi TV analog ke digital tersebut tidak bebankan terlalu berat kepada stasiun TV mengenai subsidi Set Top Box (STB)

"Sebenarnya dari anggota asosiasi, jangan terlalu diberatkan dengan STB, itu yang kita harapkan. Sekalipun kita sudah sepakat bahwa kita akan bantu, tapi kita sampaikan ke Kominfo jangan bebani kami dengan STB di saat pandemi seperti sekarang," tuturnya.

Di luar itu, ATVSI disampaikan Syafril, anggota asosiasi mendukung kebijakan suntik mati TV analog secara bertahap di seluruh Indonesia.

"Harapan, karena ini tidak bisa tidak, harus tetap jalan bahwa sudah diputuskan dalam undang-undang. Sepenuhnya asosiasi mendukung (Analog Switch Off)," ungkap Syafril.

Proses migrasi TV analog ke digital atau Analog Switch Off tengah berlangsung. Kominfo membagikan ke dalam lima tahap ketika mematikan TV analog di seluruh Indonesia.

Ini lima tahap migrasi TV analog ke digital:

  • Tahap 1 rencana awal pada 17 Agustus 2021, namun ditunda. Yang akan dilakukan pada enam wilayah layanan di 15 kabupaten atau kota.
  • Tahap 2 diterapkan 31 Desember 2022 mencakup 20 wilayah Layanan di 44 kabupaten atau kota.
  • Tahap 3 diterapkan pada 31 Maret 2022 yang direncanakan akan dilakukan pada di 30 wilayah di 107 kabupaten atau kota.
  • Tahap 4 diterapkan pada 17 Agustus 2022 mencakup 31 wilayah layanan pada 110 kabupaten atau kota.
  • Tahap 5 diterapkan pada 2 November 2022 dengan rencana di 24 wilayah layanan pada 63 kabupaten atau kota.


Simak Video "Kemkominfo Mulai Migrasi dari Analog ke TV Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)