Ini Cara Melaporkan Hoax Pilkada 2020

Ini Cara Melaporkan Hoax Pilkada 2020

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 18 Nov 2020 18:11 WIB
Hari Ini, KPU Solo mulai rakit 2.552 kotak suara Pilkada 2020. Berbahan Dupleks, kotak suara akan didistribusikan ke 1.232 TPS di Solo.
Ini Cara Melaporkan Hoax Pilkada 2020 (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan saling berkolaborasi menangani isu hoax yang berkaitan dengan Pilkada 2020.

Hoax terkait dengan penyelenggara pemilu dan pelaksanaan pemungutan suara. Ini juga termasuk penanganan konten dugaan kecurangan sosialisasi dan literasi digital terkait pelaksanaan serta analisis isu pelaksanaan pemilihan kepala daerah tersebut.

Cara melaporkan hoax Pilkada 2020:

1. Aneka saluran pelaporan di Kominfo

Dengan masih marak ditemukannya konten negatif di internet, Kominfo mengatakan agar masyarakat turut aktif bila menemukan konten seperti hoax dan lainnya di internet terkait dengan Pilkada, dapat melaporkannya ke Kementerian Kominfo melalui website aduankonten.id, email aduankonten@mail.kominfo.go.id serta akun WA bernomor 0811-922-4545.

2. Aneka saluran pelaporan di Bawaslu

Selain ke Kominfo, disampaikan Jubir Kominfo, laporan aduan di Bawaslu bisa disampaikan pada kanal yang dikelola Bawaslu, yaitu bawaslu.go.id, aplikasi GOWASLU, dan akun WA bernomor 0811-1414-1414.

"Kementerian Kominfo sejak tanggal 1 September sampai 18 November 2020 telah menemukan 38 isu hoaks terkait dengan Pilkada 2020," ujar Jubir Kementerian Kominfo Dedi Permadi, Rabu (18/11/2020).

Dari 38 temuan isu tersebut, Dedi menyebutkan tersebar sebanyak 217 hoax di berbagai platform digital. Temuan tersebut, kemudian Bawaslu memverifikasi dan menyatakan 77 temuan melanggar keiatentuan yang berlaku.

"Saat ini ada 64 muatan yang sedang ditindaklanjuti dan 13 konten sudah dilakukan take down," tandasnya.

"Sinergi antara Bawaslu dan kominfo di dalam memastikan ruang siber yang sehat di masa Pilkada 2020," ungkap dia.

Pemerintah mengharapkan pelaksanaan Pilkada 2020 akan dapat berlangsung dengan baik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kita berharap pemilu tahun ini dapat berjalan dengan tetap mentaati protokol kesehatan agar visi nasional kita, tujuan nasional kita di dalam penanganan COVID-19, yakni Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit, dapat kita kerjakan bersama-sama termasuk di dalam pesta demokrasi Pilkada 2020," pungkasnya.



Simak Video "Kemkominfo dan Bawaslu Temukan 38 Konten Hoax Terkait Pilkada 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)