Potret Jadul yang Menangkap Sejarah Kecil yang Tak Pernah Ditulis
Pool - detikInet
Tautan telah disalin
Jakarta -
Lewat potret jadul, sejarah kecil yang terlupakan kembali hidup. Momen nyata yang tak pernah dicatat buku pelajaran.
Kapal penjelajah tempur Jerman Prinz Regent Luitpold yang ditarik kembali ke Rosyth, terbalik dengan lunas menghadap ke atas. Kapal tersebut termasuk di antara sejumlah kapal yang ditenggelamkan oleh awaknya di Scapa Flow pada tanggal 21 Juni 1919, menyusul penyerahan armada Jerman pada bulan November 1918. Foto: Demilked
Ayah Anne Frank, Otto, mengunjungi kembali pintu masuk loteng tempat dia dan keluarganya bersembunyi selama dua tahun sebelum pengkhianatan itu terjadi. Amsterdam. 1960. Foto: Demilked
Leatherman, sosok misterius abad ke-19, berjalan 365 mil tiap 34 hari selama puluhan tahun tanpa nama dan rumah. Berbalut kulit tambal sulam, ia dikenang bukan lewat kata-kata, melainkan ketekunan sunyi yang menjadikannya legenda. Foto: Demilked
Pada bulan Maret 1946, seorang tentara Jerman kembali ke rumahnya di Frankfurt setelah Perang Dunia II. Ketika tiba, ia mendapati rumahnya telah hancur, dan keluarganya telah tiada. Foto: Demilked
Yang Jong-Kyoung, prajurit asal Korea, dipaksa mengenakan tiga seragam: Jepang, Soviet, dan Jerman. Tertangkap di Normandia pasca D-Day, kisahnya menyingkap kerasnya perang yang menyeret manusia lintas benua tanpa pilihan. Foto: Demilked
Wanita lanjut usia bertato yang menjadi ciri khas umat Katolik Kroasia di Bosnia. Bosnia tengah, akhir tahun 1930-an. Foto: Demilked
Pada 1929 di Amsterdam, seekor kuda jatuh ke kanal dan hampir tenggelam. Warga, polisi, dan pekerja bahu-membahu menyelamatkannya. Foto ini merekam belas kasih sederhana di tengah kota yang sedang berubah dan dunia yang perlahan meninggalkan kuda. Foto: Demilked
Mantel Chilkat Tlingit abad ke-19 ini bukan sekadar pakaian, melainkan simbol status, spiritualitas, dan identitas. Ditenun dari wol kambing gunung dan cedar, setiap motifnya menyimpan kisah leluhur dan kekuatan budaya masyarakat adat Pantai Barat Laut Pasifik. Foto: Demilked
Ratu Amanirenas memimpin Kush melawan Romawi selama lima tahun (27β22 SM). Meski kehilangan satu mata, ia memukul mundur Roma, menghina Augustus, dan mengamankan kemerdekaan kerajaannya lewat perjanjian damai bersejarah. Foto: Demilked
Jembatan TaconyβPalmyra dibuka pada 1929 sebagai simbol kemajuan, menghubungkan Philadelphia dan New Jersey. Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan ini membawa harapan, mobilitas, dan ritme hidup kawasan yang terus berkembang hingga kini. Foto: Boredpanda
Reid Blackburn, fotografer muda National Geographic, tewas pada 18 Mei 1980 saat meliput letusan Gunung St. Helens. Karyanya mengabadikan detik-detik menjelang bencana dan menjadi warisan keberanian jurnalisme di tepi bahaya. Foto: Boredpanda
Pada abad ke-15β17, sepatu chopine menjadi simbol status wanita elit Venesia. Platform kayu tinggi ini menjaga gaun tetap bersih sekaligus menegaskan kekayaan, prestise, dan keberanian mode yang melampaui zamannya. Foto: Boredpanda
Pada 1919, kapal selam Jerman U-118 terdampar di Pantai Hastings usai Perang Dunia I. Bangkai raksasa ini menjadi tontonan nasionalβsimbol perang yang kalah, difoto, dikunjungi warga, dan dikenang sebagai pemandangan pascaperang paling surealis di Inggris. Foto: Boredpanda
Devil's Tower di Wyoming bukan hanya keajaiban geologis; ini adalah pemandangan menakjubkan yang menantang pemahaman kita tentang realitas itu sendiri. Beberapa imajinasi liar membawanya selangkah lebih jauh, mengklaim bahwa itu adalah sisa dari batang pohon raksasa purba. Formasi yang mencolok ini menjadi semakin legendaris ketika ditampilkan sebagai landmark penting dalam film Spielberg "Close Encounters of the Third Kind," yang menjadi awal karier yang gemilang. Foto: Boredpanda
Shirley Slade adalah seorang pilot dalam program Women Airforce Service Pilots (WASP) selama Perang Dunia II. Selama masa baktinya, Shirley ditempatkan di tiga pangkalan berbeda, dan terutama menerbangkan pesawat Bell P-39 Airacobra dan Martin B-26 Marauder, dua pesawat yang terkenal sulit diterbangkan. Pada Juli 1943, ia tampil di sampul majalah LIFE. Shirley meninggal dunia pada 26 April 2000. Foto: Demilked