Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ilmuwan Sebut Kiamat Alam Semesta Akan Lebih Cepat

Ilmuwan Sebut Kiamat Alam Semesta Akan Lebih Cepat


Fino Yurio Kristo - detikInet

Planet landscape black hole nebula made with photoshop CS4Planet earth armageddon made with photoshop cs4
Ilmuwan Sebut Kiamat Alam Semesta Akan Lebih CepatFoto: Getty Images/iStockphoto/sdecoret
Jakarta -

Menurut penelitian terbaru ilmuwan Belanda, alam semesta diperkirakan akan berakhir jauh lebih cepat daripada dugaan sebelumnya. Namun tak perlu panik berlebihan. Kita masih punya waktu 10 pangkat 78 tahun lagi sebelum hal itu terjadi, angka 1 yang diikuti oleh 78 nol.

Meski demikian, angka ini merupakan revisi besar dari perkiraan sebelumnya, yaitu 10 pangkat 1.100 tahun. Demikian disebutkan dalam makalah penelitian dari Universitas Radboud yang diterbitkan dalam Journal of Cosmology and Astroparticle Physics.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Akhir dari alam semesta datang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan, tetapi untungnya itu masih memakan waktu yang sangat lama," kata penulis utama studi, Heino Falcke yang dikutip detikINET dari CBS.

Tiga ilmuwan di Radboud bermaksud menghitung kapan benda langit paling awet, yaitu bintang kerdil putih, akhirnya akan mati. Mereka mendasarkan perhitungan mereka pada radiasi Hawking, dinamai menurut fisikawan Stephen Hawking.

Pertengahan 1970-an, Hawking berteori bahwa lubang hitam membocorkan radiasi, perlahan larut seperti aspirin dalam segelas air, sehingga umurnya terbatas. Ilmuwan Radboud memperluas konsep ini ke objek-objek lain di alam semesta, menghitung bahwa "waktu penguapan" bergantung pada kepadatannya.

Ini memungkinkan mereka menghitung secara teoretis kapan lenyapnya benda langit paling tahan lama, yakni kerdil putih. "Dengan mengajukan pertanyaan semacam ini dan melihat kasus-kasus ekstrem, kami ingin memahami teori ini dengan lebih baik, dan mungkin suatu hari nanti, kami bisa memecahkan misteri radiasi Hawking," ujar rekan penulis Walter van Suijlekom.

Manusia tidak perlu terlalu khawatir tentang akhir alam semesta. Kecuali kita berhasil keluar dari planet Bumi dan menjelajah bintang-bintang, kita sudah akan lama punah saat itu terjadi.

Diperkirakan Matahari kita akan menjadi terlalu panas bagi kehidupan dalam waktu sekitar satu miliar tahun lagi, yang akan mendidihkan lautan.

Dalam waktu sekitar 8 miliar tahun, bintang kita akhirnya akan mengembang ke arah Bumi, melahap planet kita yang saat itu sudah gersang dan tak bernyawa, serta memusnahkannya dalam lautan api.




(fyk/fyk)







Hide Ads
LIVE