Jumat, 08 Feb 2019 10:55 WIB

Integrasi Facebook dengan Instagram dan WhatsApp Kian Sulit?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Facebook diperintahkan regulator anti-monopoli Jerman untuk berhenti menggabungkan data pengguna dari sumber yang berbeda tanpa persetujuan mereka.

Perintah ini mencakup data yang dikumpulkan Facebook dari anak perusahaannya, seperti WhatsApp dan Instagram, serta sumber pihak ketiga yang digunakan Facebook untuk melacak pengguna dan non pengguna menggunakan fitur seperti tombol 'Like' dan 'Share'.




"Di masa depan, Facebook tidak akan lagi dapat memaksakan pengguna mereka untuk menyetujui pengumpulan yang tidak dibatasi dan menetapkan data non-Facebook ke akun Facebook mereka," ujar Presiden Federal Cartel Office (FCO), Andreas Mundt seperti dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (8/2/2019).

Dalam aturannya, Facebook hanya diperbolehkan menyamakan data dari WhatsApp atau Instagram kepada akun Facebook utama milik pengguna jika pengguna telah memberikan persetujuan mereka. Pengumpulan data dari situs pihak ketiga dan menyamakannya kepada akun Facebook pun akan membutuhkan persetujuan serupa.




Jika tidak mendapatkan persetujuan, Facebook harus membatasi pengumpulan dan penggabungan data secara substansial. Mereka pun diberi waktu hingga 12 bulan untuk membentuk proposal yang mengubah kebijakan pengumpulan data mereka.

Jika Facebook gagal mengikuti perintah regulator, mereka dapat dikenakan denda hingga 10% dari pendapatan global tahunan mereka, atau sekitar USD 5,5 miliar jika melihat pendapatan Facebook pada tahun 2018.




Facebook pun akan mengajukan banding terkait keputusan ini. Perusahaan yang berbasis di Menlo Park ini mengatakan bahwa regulator Jerman meremehkan kompetisi yang dihadapi Facebook di Eropa.

"FCO meremehkan persaingan ketat yang kita hadapi di Jerman, salah mengartikan kepatuhan kami terhadap (aturan privasi Eropa) dan meremehkan mekanisme yang disediakan oleh hukum Eropa untuk memastikan standar perlindungan data yang konsisten di seluruh Uni Eropa," tulis Facebook dalam blog post-nya.




Sejumlah media, seperti Bloomberg, sudah menyebut-nyebut bahwa buat Facebook hal ini bisa menjadi batu sandungan besar yang membuat rencana "merger" alias integrasi layanan Facebook Messenger, Instagram, dan WhatsApp jadi kian sulit terwujud di masa depan.

"Ini merupakan kali pertama sebuah regulator memberikan batasan pada kemungkinan integrasi WhatsApp dan Instagram ke Facebook. Mungkin ini juga akan diberlakukan oleh para regulator lain di penjuru Eropa," kata Aitor Ortiz, analis Bloomberg Intelligence.

Pernyataan Ortiz tersebut muncul dalam artikel Bloomberg bertajuk "Facebook's Battle in Germany Is a Thorn in WhatsApp Integration" yang artinya kira-kira adalah "pertempuran Facebook di Jerman merupakan duri dalam integrasi WhatsApp".





Simak juga video '6 Program Facebook untuk Tangkal Hoax di Pemilu 2019':

[Gambas:Video 20detik]

(vim/krs)