Jumat, 08 Jun 2018 11:25 WIB

Giliran PM Australia Ingin Labrak Mark Zuckerberg

Virgina Maulita Putri - detikInet
Mark Zuckerberg. Foto: Facebook/Mark Zuckerberg Mark Zuckerberg. Foto: Facebook/Mark Zuckerberg
Jakarta - Popularitas CEO Facebook, Mark Zuckerberg tampaknya sedang memudar di mata pemimpin dunia. Setelah dipanggil untuk bersaksi di depan Kongres Amerika Serikat dan Parlemen Eropa, giliran Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull yang ingin agar Zuckerberg berbicara di depan anggota parlemen Australia.

Ketika ditanya apakah Zuckerberg harus berbicara di depan parlemen Australia seperti saat ia berbicara di depan Kongres AS, Turnbull menjawab bahwa ia ingin bertemu Zuckerberg.

"Hal yang penting adalah semua orang memerhatikan kepada isu privasi. Dan tentu saja pertanyaan apakah masyarakat benar-benar tahu apa yang dilakukan kepada data pribadi mereka," kata Turnbull, dikutip detikINET dari The Guardian, Jumat (8/6/2018).



"Mereka telah menjadi dominan dalam segala hal, dalam cara orang-orang menggunakannya dalam kehidupan mereka. Jadi ini penting untuk terus kita awasi dan memastikan jika data seseorang digunakan, itu digunakan dengan cara yang mereka pahami telah mereka izinkan, dan mengizinkan dengan informasi penuh, mengetahui secara pasti apa yang mereka hadapi," tambah Turnbull.

Facebook merupakan salah satu target utama komite intelijen Australia setelah adanya berita bahwa Facebook memberi vendor smartphone Cina, termasuk Huawei, akses kepada data penggunanya.

Sama dengan di Amerika Serikat, Australia juga menaruh perhatian khusus kepada Huawei karena hubungannya dengan pemerintah Cina. Huawei juga telah dilarang untuk terlibat dalam proyek pemerintah Australia seperti jaringan broadband nasional.

Australia sendiri nampaknya hanya selangkah lagi menuju undang-undang yang mengharuskan perusahaan teknologi untuk memberi akses kepada pesan-pesan terenkripsi jika keamanan nasional dalam keadaan terancam. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menolak rancangan legislasi serupa di Amerika Serikat dan Inggris. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed