Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AI Boros Listrik dan Air, Bos ChatGPT: Manusia Juga Sama

AI Boros Listrik dan Air, Bos ChatGPT: Manusia Juga Sama


Virgina Maulita Putri - detikInet

OpenAI CEO Sam Altman attends a private dinner for technology and business leaders hosted by U.S. President Donald Trump in the State Dining Room at the White House in Washington, D.C., U.S., September 4, 2025.  REUTERS/Brian Snyder
Foto: REUTERS/Brian Snyder
Jakarta -

CEO OpenAI Sam Altman kembali membela banyaknya energi yang dibutuhkan untuk menjalankan pusat data AI. Ia menyamakan energi yang dipakai untuk melatih AI sama seperti energi untuk mendidik manusia.

Altman memberikan komentarnya di sela-sela New Delhi AI Impact Summit dalam wawancara dengan The Indian Express. Ia ditanya untuk menanggapi kritik umum terkait AI, seperti konsumsi energi listrik dan airnya.

Altman menjawab klaim yang beredar di media sosial bahwa ChatGPT menggunakan bergalon-galon air per satu permintaan pengguna sama sekali tidak benar dan tidak ada hubungannya dengan kenyataan. Walau membantah klaim tersebut, Altman mengakui konsumsi energi tetap menjadi kekhawatiran di industri AI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan per kueri, tapi secara total - karena dunia menggunakan begitu banyak AI ... dan kita perlu beralih ke energi nuklir atau angin dan surya dengan cepat," kata Altman seperti dikutip dari CNBC, Selasa (24/2/2026).

Altman juga dimintai pandangannya tentang komentar Bill Gates yang mengatakan AI seharusnya bisa berevolusi menjadi lebih efisien layaknya otak manusia. Pria berusia 40 tahun itu kemudian membandingkan energi yang dibutuhkan untuk melatih AI dan mendidik manusia.

ADVERTISEMENT

"Salah satu hal yang selalu tidak adil dalam perbandingan ini adalah orang-orang membicarakan tentang berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk melatih model AI ... Tetapi melatih manusia juga membutuhkan banyak energi," kata Altman.

"Dibutuhkan hidup sekitar 20 tahun, dan semua makanan yang Anda makan sebelumnya, sebelum Anda bisa menjadi pintar," sambungnya.

"Perbandingan yang adil adalah jika Anda bertanya kepada ChatGPT, berapa banyak energi yang dibutuhkan ketika model sudah dilatih untuk menjawab pertanyaan tersebut, dibandingkan dengan manusia, dan AI mungkin sudah menyamai efisiensi energi tersebut, jika diukur dengan cara itu," imbuhnya.

Komentar Altman yang membandingkan AI dengan manusia langsung memicu kontroversi di media sosial. Sridhar Vembu, co-founder perusahaan software asal India Zoho Corporation yang hadir di konferensi tersebut, langsung mengecam komentar Altman.

"Saya tidak ingin melihat dunia di mana kita menyamakan sebuah teknologi dengan manusia," tulis Vembu dalam postingannya di X.




(vmp/vmp)
TAGS





Hide Ads