Senin, 17 Jul 2017 13:15 WIB

Praktisi: Telegram Berbeda dengan Medsos

Aditya Fajar Indrawan - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Praktisi media sosial Nukman Luthfie mengatakan Telegram merupakan aplikasi chat berbasis messaging. Menurutnya Telegram juga berbeda dengan media sosial.

"Medsos itu menghubungkan kita dengan orang lain dan komunikasinya yang tidak hanya dua arah tapi multi arah. Nah kalau Whatsapp, Telegram dan lainnya itu sebenarnya berbasis messaging yang hanya mengirimkan pesan," ujar Nukman saat dihubungi detikcom, Minggu (16/7/2017).

Nukman menjelaskan applikasi chat seperti Whatsapp atau Telegram juga bisa membuat grup komunikasi tertentu di mana hanya member atau kontak yang terdaftar dalam grup, sehingga bisa dikatakan sebagai media sosial.

"WA,Telegram juga bisa membuat grup. Nah grup-grup itu yang kemudian applikasi messaging dikategorikan sebagai sebuah medsos. Karena di grup itu komunikasinya sudah multi arah tapi tetap berbasis messaging," jelasnya.

Saksikan video 20detik tentang Pemblokiran Telegram di sini:




Menurut Nukman, Telegram yang diblokir oleh pemerintah adalah versi web atau desktop. Sementara untuk applikasi ponsel tetap berjalan normal.

"Kalau yang diblokir hanya di versi web, applikasinya sendiri engga diblokir, masih jalan terus kok. Jadi enggak masalah.
Hanya versi desktop karena lebih powerfull," imbuhnya.

Ditambahkan Nukman, ruang percakapan personal di applikasi chat tidak boleh diawasi karena merupakan hak privasi. Hanya saja untuk percakapan grup di ruang terbuka, namun dengan membership tertutup itu yang perlu diperhatikan.

"Kalau sifatnya personal itu ruang privat enggak boleh diawasi, jadi kalau ngobrol via WA one on one itu ngga boleh diawasi itu ruang privat, yang diawasi itu yang grup. Karena itu ruang terbuka sama seperti FB dan Twitter, contoh seperti Path itu kan tertutup tapi dia berada di ruang terbuka hanya saja secara membersip tertutup untuk teman-temannya saja yang lihat sama seperti WA grup tapi itu ruang publik meskipun tertutup itu juga ruang publik makanya terkena UU ITE," papar Nukman.

Baru-baru ini Menkominfo memblokir Telegram untuk versi web. Pemblokiran ini menuai kontroversi, tetapi Telegram telah mengakui kelalaiannya karena tidak menindak lanjuti peringatan Menkominfo yang meminta data terkait terorisme. (adf/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed