Harga Ponsel Android Kok Cepat Terjun Bebas?

KlinikINET

Harga Ponsel Android Kok Cepat Terjun Bebas?

konsultan: Lucky Sebastian - detikInet
Rabu, 15 Jun 2016 10:36 WIB
Foto: GettyImages
Jakarta - Belum ada setengah tahun saya membeli smartphone Android dan berniat untuk menjualnya karena ingin berganti model tapi harga jualnya malah turun jauh waktu saya membeli baru. Mengapa bisa terjadi demikian, padahal jarak waktu yang tidak terlalu lama?

Jawaban:

Harga jual kembali ditentukan oleh banyak faktor, di antaranya:

Brand atau merek

Tidak bisa dipungkiri, brand memiliki nilai jual lebih. Brand juga mengandung nilai prestise, brand yang lebih dikenal cenderung lebih mudah dijual daripada brand yang tidak dikenal, dan seringkali brand juga menentukan "kasta".

Brand yang segera menurunkan harga tidak lama setelah pemasaran perdana, hampir pasti turut serta dalam membuat anjlok barang seken (second) nya.

Tipe smartphone dan pasar

Semakin laku tipe tersebut dan disukai pasar, semakin banyak juga yang mencari barang seken-nya, sehingga harga jual kembali cenderung lebih bertahan.

Jika tidak disukai pasar, akan berlaku sebaliknya. Harga smartphone yang lebih mahal, tentu saja nilai penurunan harganya akan terasa lebih besar, walau belum tentu secara prosentase.

Teknologi dan spesifikasi

Spesifikasi dan teknologi standar yang mudah disamai oleh smartphone brand lain, dan segera dilampaui oleh teknologi dan spesifikasi baru, membuat barang seken akan cepat dianggap usang dan nilainya turun lebih cepat.

Layanan purna jual

Layanan purna jual yang buruk membuat harga smartphone bekas juga lebih terpuruk, karena pedagang dan pembeli barang seken, takut device tersebut rusak dan sulit di klaim garansinya. Garansi resmi dan tidak resmi juga turut menentukan harga jual barang seken.

Margin pedagang

Semakin tinggi margin yang dimiliki pedagang pada sebuah brand atau tipe smartphone, semakin mungkin tipe smartphone tersebut akan lebih rendah harga jualnya kembali. Karena kebanyakan pembeli barang seken, akan menetapkan harga jual kembali barang tersebut, dibawah modal harga barang baru.

Smartphone Android sekarang ini pertumbuhannya sangat cepat, umur pakainya terasa pendek dan segera terasa usang, karena tipe yang lebih baru, lebih bagus, keluar tanpa henti.

Perlakukan smartphone sebagai investasi bukan pada unit smartphonenya, tetapi pada nilai gunanya. Jika kita sanggup menggunakan smartphone kita sebagai alat bantu yang berguna, baik untuk keperluan bekerja, media sosial, bahkan hiburan sekalipun, penurunan harganya akan tergantikan oleh fungsinya. (jsn/ash)